Sebaik-baiknya seorang muslim adalah ia yang mempelajari keagamaan Islam dengan benar. Deviasi satunya, menjangkau mengetahui sifat delegasi Allah Swt. Kemudian sang pencipta, Sahabat agenbolaonline.org.

Anda sedang menonton: Sifat sifat wajib allah beserta artinya

Berbeda mencapai asmaul husna apa terdiri dari agenbolaonline.org poin, sifat wajib apa dimiliki malalui Allah Swt. Hanya ada 20 poin.

Mempelajari dan memahami sifat-sifat diamanatkan tersebut merupakan deviasi satu cara bagi seorang muslim untuk mempelajari ilmu ketauhidan.

Sebagaimana untuk kita ketahui, tauhid merupakan utama utama di dalam dalam ajaran agama Islam.

Melalui tauhid, itupenggunaan belajar di mana cara beriman kepada Allah sebagaimana hal tersebut tercantum dalam rukun Islam.

Simak sifat delegasi Allah dan maknanya berikut ini, yuk!

20 Sifat delegasi Allah dan Artinya


*
*

sumber: kumpulanmakalah.com


1. Wujud (Ada)

Wujud merupakan sifat diamanatkan Allah apa pertama. Makna tambahan dari Wujud adalah ‘ada’ apa berarti merupakan zat yang pasti ada, berdiri sendiri, noël diciptakan melalui siapapun, dan tidak ada bapak selain Dia.

Sifat ini tercermin di dalam firman Allah Swt. Batin beberapa ayat berikut ini:

“Allah yang menciptakan thiên dan bumi dan maafkan saya yang ada di antara keduanya dalam enam masa, then Dia bersemayam diatas ‘Arsy. Bagimu noël ada seorang pun penolong maupun pemasok syafaat selain Dia. Maka apakah kamu noël memperhatikan?” (QS. As-Sajadah: 4)“Sesungguhnya, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.” (QS. Ta-Ha: 14)

2. Qidam (Awal/Terdahulu)

Qidam artinya adalah ‘terdahulu’ apa berarti Allah Swt. Merupakan sang pencipta apa ada terlebih dahulu dari yang diciptakannya.

Dengan demikian, maka noel ada apa terdahulu silam Allah Swt. Di world ini.


Sebagaimana Allah Swt. Berfirman batin Al-Qur’an:

“Dialah yang Awal, apa Akhir, apa Zahir, dan apa Batin; dan dialah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid: 3)

3. Baqa’ (Kekal)

Baqa’ artinya adalah ‘kekal’ yang berarti Allah Swt. Maha Kekal, noël akan kepunahan atau binasa.

“…segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan were wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS. Al-Qasas: 88)

4. Mukhalafatu Lil Hawaditsi (Berbeda Dengan alam Ciptaannya)

Sebab Allah Swt. Merupakan sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya, maka Allah pasti variasi dengan apapun yang ia ciptakan.


Tidak ada satupun makhluk yang sebanding maupun menyerupai keagungan-Nya.

Hal tersebut dijelaskan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an berikut ini:

“Dan noël ada satupun apa setara mencapai Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 4)“Tidak ada sesuatu pun yang serupa mencapai Dia. Dan Dia yang Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Asy- Syura: 11)

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri)

Allah Swt. Kedudukan sendiri, noël bergantung terhadap siapapun, dan noël membutuhkan bantuan dari siapapun.

“…sungguh Allah Maha Kaya noel memerlukan sesuatu dari seluruh alam.” (QS. Al-’Ankabut: 6)

6. Wahdaniyah (Esa/Tunggal)

Umat muslim mengimani bahwa Allah Maha Esa atau tunggal, artinya itu adalah satu-satunya tuhan pencipta alam semesta.

“Seandainya pada keduanya di thiên dan di bumi ada Tuhan-Tuhan selain Allah, tentu saja keduanya telah binasa. Maha mengucapkan Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)

7. Qudrat (Berkuasa)

Allah Maha Kuasa overhead apapun dan noel ada satupun yang bisa menandingi kekuasaannya.

“Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20)

10. Iradat (Berkehendak)

Setiap hal yang ada di intisari semesta ini walk atas akan Allah Swt., maka apabila dialah berkehendak tidak ada satupun apa bisa mencegah-Nya.

“Sesungguhnya urusan-Nya apabila itu menghendaki sesuatu Dia just berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Ya-Sin: 82)

9. Ilmun (Mengetahui)

Allah Swt. Maha Mengetahui overhead segala sesuatu, baik apa terlihat maupun noel terlihat.


“Dan sungguh, kita telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan malalui hatinya, dan kalian lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)

10. Hayat (Hidup)

Allah Swt. Luaran sifat hidup. Dia tidak akan pernah binasa, sebab ia kekal selamanya.

“Dan bertawakallah kepada Allah apa Maha Hidup, Yang noël mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya…” (QS. Al-Furqan: 58)

11. Sama’ (Mendengar)

Allah Swt. Maha mendengar setiap hal apa diucapkan maupun yang disembunyikan.

“…Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Ma’idah: 76)

12. Basar (Melihat)

Tidak ada yang Maha lanskapnya selain Allah Swt., untuk apapun apa ada di dunia noël luput dari penglihatan-Nya.

“…Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujurat: 18)

13. Qalam (Berfirman)

Allah Swt. Berfirman oleh kitab-kitab apa diturunkan kepada para nabi-Nya buat umat manusia.

“Dan kapan Musa datang untuk munajat di ~ waktu apa telah kalian tentukan dan tuhan telah berfirman segera kepadanya…” (QS. Al-A’raf: 143)

14. Qadiran (Berkuasa)

Setiap hal apa ada di intisari semesta berada di dalam kekuasaan Allah Swt. Kemudian Tuhan pencipta alam.


“…sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20)

15. Muridan (Menghendaki)

Selain bersifat Maha Berkehendak, Allah Swt. Juga memiliki sifat Maha Menghendaki apa menyatu mencapai sifat iradat.

“…sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang ia kehendaki.” (QS. Hud: 107) 

16. Aliman (Mengetahui)

Allah Swt. Luaran sifat Maha Mengetahui, artinya dialah mengetahui apa saja sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.

“…dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa: 176)

17. Hayyan (Hidup)

Mirip mencapai sifat hayat yang berarti hidup, hayyan merupakan sifat Allah apa berarti Maha Hidup.

18. Sami’an (Mendengar)

Allah Swt. Maha Mendengar, maka mustahil bagi-Nya untuk tidak dengar segala hal.

19. Bashiran (Melihat)

Allah Swt. Bersifat Maha Melihat, mustahil bagi-Nya untuk tidak melihat ataukah buta atas segala hal.

Lihat lainnya: Contoh Naskah Orasi Mahasiswa Lengkap, Kampung Jurnal Iain Syekh Nurjati Cirebon

20. Mutakalliman (Berfirman/Berkata-Kata)

Mutakalliman also berarti berfirman atau berkata-kata, maka Allah adalah Maha berkata dan tidak memungkinkan baginya untuk bisu.

Klasifikasi Sifat delegasi Allah

Dalam secara baik “Akidah dan Akhlak” melalui Taofik Yusmansyah, sifat diamanatkan Allah diklasifikasikan usai dalam empat kategori, yakni: