Badan Geologi Kementerian ESDM menyiapkan peta kajian rinci geologi rinci dan mikrozonasi buat Rencana Tata ruang Kawasan Perkotaan cekungan Bandung. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Geologi Kementerian energies dan sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan peta kajian aspek geologi rinci dan mikrozonasi karena Rencana Tata ruang Kawasan Perkotaan cekungan Bandung di quenn Walini dan sekitarnya. Atlas kajian tersebut nantinya menjadi dijadikan panduan untuk pembangunan di kawasan itu, termasuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Anda sedang menonton: Peta jalur kereta api cepat jakarta bandung

di dalam rangka persiapan penyusunan atlas kajian, Tim Badan Geologi meninjau lokasi proyek pembangunan stasiun kereta Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) di wilayah aset Teh Walini di Maswati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (8/3) kemarin."Selain stasiun kereta kereta cepat, di lokasi tersebut nantinya also akan dibangun kawasan perjanjian dengan tesis transit oriented development (TOD) dan agro-industry tourism. Karenanya, kajian geologi dibutuhkan agar pembangunan di kanton tersebut noël membahayakan lingkungan," ujar major Biro Komunikasi, Layanan insula Publik dan action Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi batin keterangan resmi, Jumat (9/3).

Lihat lainnya: Ski Kelas 8 Semester 1 Kurikulum 2013, Ski Mts Kelas 8


Peta geologi rinci tersebut menjadi dibuat berdasarkan tujuan kajian apa meliputi analisis daya dukung tanah dan batuan, kestabilan lereng dan mikrozonasi. Kajian dilakukan di Zona B1 seluas 200 hektare (ha) dan Zona B2 seluas 1.200 ha. Kepala Badan Geologi rudy Suhendar menyampaikan bahwa dianalisis daya dukung negara dan batuan terhadap bangunan ini dilakukan karena menjamin bangunan berfungsi mencapai baik, aman, noël mengalami terbakar dan penurunan tanah yang berlebihan. "Analisis kestabilan lereng juga dilakukan untuk menentukan tingkat kestabilan lereng dalam kondisi jangka pendek maupun jangka panjang, memperkirakan kemungkinan longsoran dan mempelajari memengaruhi pembebanan seismik pada lereng," katanya. Sementara, studi mikrozonasi seismik untuk membuat zona-zona berdasarkan selisih intensitas guncangan yang mungkin terjadi dengan menggunakan data kondisi negara setempat.

Kajian yang dilakukan juga meliputi potensi gerakan negara dan kegempaan, mana apa termasuk kategori rawan ringan, sedang, hingga tinggi. Atlas kajian ini diharapkan bisa digunakan semaksimal mungkin untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan agar terlindungi dari potensi bencana. Pelaksanaan kajian telah dimulai dari 19 Februari 2018. Badan Geologi menargetkan kajian ini dapat diselesaikan batin waktu dekat, sehingga dapat mendukung pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. "Kajian ini become dilakukan selama dua bulan ke depan, sekitar April nanti kami akan serahkan peta tersebut ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang," terang Sinung Baskoro, Kepala bidang Pemetaan sentral Survei Geologi. (bir)