agenbolaonline.org.com, Jakarta Kumpulan kata bijak bahasa jawa kuno always berhasil menarik heed saking uniknya. Crowd istilah Jawa yang terdengar kasar, tetapi arti dan maknanya mendesak dalam. Kata bijak bahasa Jawa lehernya inipun cocok dijadikan sindiran sekaligus petuah apa akan berat dilupakan. 


Kata bijak bahasa Jawa kuno circa kehidupan crowd mengungkap masalah-masalah sederhana apa sering diremehkan. Ungkapan kata bijak bahasa Jawa kuno circa kehidupan ini tak terdengar menakutkan karena disampaikan menjangkau bumbu humor, bakal berhasil bikin ngakak pembaca sekaligus pendengarnya.

Anda sedang menonton: Kata kata bijak jawa kuno


2 dari 7 halaman

Kata Bijak Bahasa Jawa kuno dan Artinya kyung Kehidupan


*

Perbesar
Ilustrasi ponsel | cottonbro dari Pexels
1. "Sabar iku lire momot kuat nandhang sakening coba lan pandhadharaning urip."

(Sabar menyertainya merupakan sebuah kemampuan untuk menahan segala macam godaan dalam hidup)

2. "Urip iku koyo kopi, yen bukan iso nikmati rasane panggah pait."

(Hidup itu sebagai secangkir kopi, jika kalian noël bisa menikmatinya yang dirasa hanyalah pait)

3. "Aja milik barang kang melok."

(Jangan berbalik barang yang berkilau)

4. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti."

(Kehidupan umat ​​manusia baik dan buruk adalah asibe dari perbuatan human itu sendiri)

5. "Cekelana impenanmu, amarga yen impen mati, urip iku kerajaan manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa ~ mabur."

(Berpegang teguh diatas mimpi, karena jika mimpi mati, hidup adalah burung bersayap yang rusak, itu tidak bisa terbang)

6. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa ~ gawa lakumu, supaya apik nasibmu."

(Hidup menemani itu terus berjalan, mengikat dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)

7. "Aja dadi uwong song rumangsa mungkin lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing mungkin lan pinter rumangsa."

(Jangan enim orang apa merasa sanggup dan dirasakan pintar, tetapi jadilah orang apa bisa dan pintar merasa)

8."Nek wes onok sukurono, nek durung teko entenono, nek wes lungo lalekno, nek ilang iklasno."

(Kalau cantik punya itu disyukuri, kalau belum datang ya dinanti, kalau sudah ditinggal pergi lupakan, kalau hilang ikhlaskan)

9. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemita."

(Sebaik-baiknya rakyat adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)

10. “Aja mbedakake marang sapadha-padha."

(Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

11. "Sabar iku ingaran mustikaning laku."

(Bertingkah laku menjangkau mengedepankan kesabaran akun itu ibaratkan sebuah hal apa sangat indah batin sebuah kehidupan)

12. "Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah."

(Orang sabar rezekinya luas, mengalah lives lebih berkah)

13. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe, banter tan mblancangi, dhuwur tan nungkuli."

(Bekerja melelahkan dan bersemangat tanpa pamrih, cepat tidak punya harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi)

14. "Ngeluruk tidak punya bala, menang tanpa ngasorake, sekti tidak punya aji-aji, sugih tanpa bhanda."

(Berjuang tanpa bawa massa, menang tidak punya merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kaya tanpa didasari harta)

15. "Nek wes niat kerjo iku ojo golek perkoro, nek wes diniati golek rejeki iku ora usah golek rai."

(Kalau sudah niat bekerja akun itu jangan cari perkara, kalau cantik diniati cari rezeki itu noël usah cari muka)


*

16. "Obat pahit ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro."

(Obat yang pahit saja bisa ~ bikin sembuh, koki kamu apa manis bikin sakit.)

17. "Berakit-rakit kehulu berenang-renang usai tepian, mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian."

(Berakit-rakit kehulu berenang-renang setelah tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian.)

18. "Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo."

(Cinta terkadang such keripik singkong, bisa ~ hancur jika tidak hati-hati dibawa.)

19. "Aku tanpamu sebagai sego kucing ilang karete. Ambyar."

(Aku tanpamu bagai nasi kucing hilang karetnya, hancur.)

20. "Wes kadung ngomong bayi jebule wes nduwe gandengan, wes kadung tak sawang malah ninggal kenangan."

(Sudah terlanjur menyatakan sayang, ternyata sudah punya gandengan, sudah terlanjur dipandang malah meninnggalkan kenangan.)

21. "Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, memusat nang awakmu tok liyane ngeblur."

(Cintaku padamu sebagai kamera, konsentrat di kamu saja, apa lain blur.)

22. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe.

(Orang apa punya pacar itu haruslah sabar mencapai pasangan apa dimiikinya. Apa lagi yang nggak punya.)

23. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune mengharapkan lan ketika wektune kudu mandeg."

(Agar akhirnya noël kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti.)

24. "Arek lanang kuoso milih, arek wedok kuoso nolak."

(Anak laki laki bebas memilih, anak wanita bebas menolak.)

25. "Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe."

(Banyak cara untuk bahagia, deviasi satunya melepaskan orang apa menyia-nyiakan kamu.)

26. " Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah song Nyiptaaken manungsa"

(Cinta kepada seorang manusia just dikarenan kecintaan kepada Allah tuhan Semesta Alam apa telah menciptakan manusia.)

27. “Nek koe tenanan tresno, Ojo koe nggawe eluh banyu motone, Ojo nyakiti atine, Ojo nggawe atine loro”

(Jika kamu benar-benar dicintai padanya, Jangan hiasi matanya dengan air mata, telinganya mencapai dusta, hatinya menjangkau luka)

28. “Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging membutuhkan pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui,”

(Pernikahan apa sukses noël membutuhkan sekali slam cinta, tetapi berkali kali slam cinta diatas orang yang sama.)

29. "Akeh manungsa ngrasakake tresna, tapi lali lan ora tahu opo iku hakikate tresno."

(Banyak setiap orang merakan cinta, tapi dilupakan dan noël kenal apa itu tampilan malam cinta.)

30. "Aku ra njaluk luweh, aku nggur njalok ojo lungo nek ati."

(Aku nggak bertanya tentang banyak, aku just minta jangan pergi dari hati.)


*

31. “Ana dina, ana upa.”

Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata.

32. “Adhang-adhang tetese embun”

Berharap sesuatu mencapai hasil apa adanya. Seperti berharap pada tetes embun.

33. “Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh”

Upaya apa dilakukan perlahan, tapi didefinisikan tujuannya become tercapai.

34. “Kena iwake aja nganti buthek banyune”

Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan

35. “Sepi ing pamrih, rame ing gawe”

Melakukan pekerjaan tanpa pamrih.

36. “Sluman slumun slamet”

Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan.

37. “Ngundhuh wohing pakerti.”

Apa pun yang kita lakukan become membuahkan hasil yang sepadan.

38. “Mikul dhuwur mendhem jero”

Seorang anak apa menjunjung tinggi derajat orang tua.

39. “Sabar sareh mesthi bakal pikoleh”

Pekerjaan apapun jangan dilakukan mencapai tergesa-gesa agar berhasil.

40. “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah”

Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti ini adalah bercerai.

41. “Dhemit ora ndulit, setan ora doyan”

Berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, noël ada suatu halangan dan rintangan.

42. “Tuna sathak bathi sanak”

Merugi harta tapi mendapatkan sahabat.

43. “Nabok nyilih tangan.”

Menggambarkan people yang noel berani menghadapi musuhnya dan demands bantuan setiap orang lain diam-diam.

Lihat lainnya: Jual Mifi Telkomsel Harga Mifi Telkomsel 4G 2020, Mulai Rp 400 Ribuan

44. “Becik ketitik, ala ketara.”

Perbuatan baik akan always dikenali, dan perbuatan buruk nantinya tambahan akan diketahui juga.

45. “Adigang, adigung, adiguna”

(Mengandalkan kekuatan, force dan kepintarannya.)


*

46. "Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tidak punya wangenan."

(Tuhan itu berdekatan meski tubuh kita noel dapat menyentuhnya, jauhnya tiada batasan)

47. "Mohon, mangesthi, mangastuti, marem."

(Selalu demands petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat menolong bagi sesama)

48. "Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran."

(Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu setiap orang adalah akan Tuhan)

49. "Golek sampurnaning urip lahir di dalam lan golek kusumpurnaning pati."

(Kita bertanggung jawab buat mencari kesejahteraan kehidupan di world dan akhirat)

50. "Urip kang utama, mateni kang sempurna."

(Selama lives kita does perbuatan baik maka kita menjadi menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)

51. "Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyipta"aken manungsa!"

(Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah tuan Semesta Alam apa telah menciptakan manusia)

52. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah."

(Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa malalui derita)

53. "Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan."

(Tuhan memberi jalan untuk manusia apa mau disusul jalan kebenaran)

54. "Natas, nitis, netes."

(Dari tuan kita ada, bersama tuhan kita hidup, dan bersatu dengan tuan kita kembali)

55. "Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo."

(Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan)

56. "Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi."

(Berbohong itu hakmu. Kewajibanku just pura-pura noël tahu kalau kamu berbohong)

57. "Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso."

(Bahwa tercinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan, kemakmuran itu timbul buat berani bersusah dahulu)

58. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti."

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah acibe dari perbuatan manusia itu sendiri)

59. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa ~ gawa lakumu, supaya apik nasibmu."

(Hidup akun itu terus berjalan, rantai dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)

60. "Aja dadi uwong song rumangsa sanggup lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa ~ lan pinter rumangsa."

(Jangan jadi orang apa merasa mungkin dan dirasakan pintar, tetapi jadilah orang apa bisa dan pintar merasa)


*

61. “Pengenku, Aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu,”

(Aku berharap, aku bisa ~ memutar waktu kembali. Bagaimana aku bisa ~ lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama.)

62. “Aku ora pernah ngerti opo kui tresno, kajaba sak ceiling ketemu karo sliramu,”

(Aku tidak pernah tau dicintai itu apa, kecuali setelah pertemuan denganmu.)

63. "Koe kuwi koyo bintang, sing indah didelok tapi susah buat digapai”

(Kamu itu kemudian bintang, yang indah dilihat tapi susah karena digapai.)

64. “Cinta dudu perkoro sepiro kerepe kowe ngucapke, tapi sepiro akehe seng mbok buktike”

(Cinta bukan perkara seberapa patuh kamu mengucapkannya, tapi seberapa kawanan kamu membuktikannya.)

65. "Tresno iku mergo ati, ora bakal owah tekane mati."

(Cinta ini mendatangi dari hati, tak bakal berubah sampai mati.)

66. "Angger aku nyawang sliramu, rasane kabeh macem roso bungah ning alam dunyo mandeg ono ing ngarep netraku”

(Ketika aku melihatmu, aku melihat semuanya ujung kebahagiaan dunia ini telah berhenti sekejap di mataku.)

67. "Padahal de’e mek konco, tapi angger de’e cedak karo wong liyo. Rasane cemburu."

(Padahal dia just berteman, tapi setiap kali dekat dengan setiap orang lain. Rasanya cemburu.)

68. “Kowe lungo nggowo kenangan, kowe teko maneh nggowo undangan”

(Kamu pergi membawa kenangan, kamu date lagi membawa sebuah undangan.)

69. "Iso nembang gak iso nyuling, iso nyawang gak iso nyanding"

(bisa bersyair tidak bisa bermain seruling, bisa melihat tidak bisa mendampingi)

70. “Janji tresnomu gede, Nyatane saiki mbok tinggalne.”

(Janji cintamu besar, kenyataannya muncul kamu tinggalkan.)

71. "Aku ora malam mingguan, sandalku pedot."

(Aku nggak malam mingguan, sandalku putus.)

72. "Gusti yen arek iku jodohku tulung dicidakaken, yen mboten joduhku tulung dijodohaken."

(Tuhan jika dialah adalah jodohku tolong didekatkan, dan jika ~ no tolong dijodohkan.)

73. "Jenenge urip kui mesti akeh cobaan, yen akeh saweran kui jenenge dangdutan."

(Namanya lives itu pasti kerumunan cobaan, kalau crowd saweran namanya dangdutan.)

74. "Saat dewe podo–podo adoh, siji song kudu koe ngerti, bakal tak jogo tresno iki sampe matek."

(Saat pelubangan memisahkan kita, satu hal apa harus kamu tahu, aku menjadi menjaga cinta ini sampai mati.)

75. “Ra kepetuk sak wetoro rasane pengen weruh sliramu,”

(Tidak pertemuan sebentar saja rasa ingin pemandangan kamu.)


76. "Merdeka iku yen Soekarno mbe Hatta baris stabil ning njero dompet. Yen sing garis Pattimura, berarti isih perjuangan."

(Merdeka menyertainya kalau Soekarno dan Hatta baris ringkas di batin dompet. Kalau yang baris Pattimura, berarti masih perjuangan)

77. "Dadi koe ngiri karo aku? Yo wis aku ngalah, aku tak nganan."

(Jadi kamu iri kemiripannya aku? Ya siap aku ngalah, aku ke kanan)

78. "Sorry, wonge sek fitnes, wake up fit atine ngenes."

(Sorry, orangnya another fitnes, badannya fit hatinya merana)

79. "Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian,mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian."

(Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian)

80. "Tresno iku mergo ati, ora bakal owah tekane mati."

(Cinta ini mendatangi dari hati, tak bakal berubah sampai mati)

81. "Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit."

(Dosa yang paling menyedihkan adalah di ~ ngeluh noël punya duit)

82. "Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih."

(Kacang menemani itu gurih, tapi kalau dikacangin akun itu perih.)

83. "Waktu adalah uang. Yen kancamu mbok jak dolan raono wektu, brarti wonge lagi ra duwe duit."

(Waktu adalah uang. Kalau temanmu noël ada waktu buat diajak jalan, artinya ia sedang noël punya uang)

84. "Ojo mung ngopi, sekali-sekali ngeteh ben ngerti yen urip iku ora mung pait, tapi yo sepet."

(Jangan cuma ngopi, sekali-kali ngeteh supaya kenal kalau hidup tak cuma pahit tapi tambahan sepet)

85."Ngimpi Seng dukur koyo langit, yen awakmu logor berarti turumu kurang nengah."

(Bermimpilah setinggi langit, jika kamu terjatuh berarti tidurmu kurang usai tengah)

86. "Aja mbedakake marang sak sapadha-pada."

(Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

87. "Ambeg utomo, andhap asor."

(Selalu were yang terutama tetapi selalu rendah hati)

88. "Kudu semangat masio gak ono song nyemangati."

(Harus Semangat Walau tidak Ada apa Kasih Semangat)

89. "Meneng widara uleran."

(Terlihat baik namun asibe buruk)

90. "Nek wes niat kerjo iku, ojo golek perkoro, nek wes diniati golek rejeki iku ora usah golek rai."

(Kalau cantik mendapatkan panggilan itu jangan cari perkara, kalau sudah diniati cari rezeki itu tidak usah cari muka)