Sapi apa ada di dunia pada saat ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok sapi-sapi tropis dan doan sapi-sapi sub topis. Doan sapi penuh semangat contohnya sapi Zebu, Bos sondaicus, sapi Bali dan sapi Madura. Sedangkan apa termasuk doan sapi sub tropika adalah sapi Aberdeen angus, sapi Hereford, sapi Shorthorn, sapi Charolais, sapi Simmental, sapi Frisien Holland, dan masih banyak lagi jenisnya. Sedangkan berdasarkan tujuan dari penyimpanan maka country sapi dapat dibedakan mayoritas tipe yaitu :1.1.1. Sapi Tipe Potong1.1.2. Sapi Tipe Pekerja1.1.3. Sapi Tipe PerahUntuk itu Kita bahas Satu-Persatu

1.1.1. Sapi Tipe Potong Sapi tipe potong adalah sapi-sapi yang mempunyai kemampuan karena memproduksi daging menjangkau cepat, pembentukan karkas baik mencapai komposisi perbandingan protein dan lemak balancing hingga umur tertentu. Sapi potong diatas umumnya mempunyai ciri-ciri :• Bentuk tubuh yang lurus dan padat• di dalam dan lebar,• tubuhnya berbentuk segi empat dengan setiap orang bagian badan sepenuhnya berisi daging.

Anda sedang menonton: Jenis jenis sapi di dunia

Sapi-sapi yang termasuk batin tipe sapi potong diantaranya : Sapi Brahman, Sapi Ongole, Sapi sumba Ongole (SO), Sapi Hereford, Sapi Shorthorn, Sapi Brangus, Sapi Aberden Angus, Sapi Santa Gartudis, Sapi Droughtmaster, Sapi Australian advertisement Cross, Sapi Sahiwal Cross, Sapi Limosin, Sapi Simmental, Sapi Peranakan Ongole.


1.1.1.1. Sapi Brahman


*

Brahman merupakan sapi yang berasal dari India, termasuk dalam Bos indicus, yang then diekspor usai seluruh dunia. Jenis apa utama adalah Kankrej (Guzerat), Nelore, Gir,dan Ongole. Sapi Brahman digunakan sebagai penghasil daging. Ciri-ciri sapi Brahman mempunyai punuk besar, tanduk, telinga terlalu tinggi dan gelambir yang memanjang berlipat-lipat dari kepala setelah dada. Sapi Brahman selama berabad-abad menerima terms kekurangan pakan, diserang serangga, parasit, penyakit dan iklim apa ekstrim.

Di India menjadikan sapi Brahman mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan. Daya tahan terhadap panas juga lebih baik dari sapi eropa karena memiliki lebih kawanan kelenjar keringat, kulit berminyak di seluruh riak yang membantu resistensi terhadap parasit. Kharakteristik Sapi Brahman berukuran sedang dengan berat jantan kematangan antara 800 sd 1100 kg, sedang betina 500-700 kg. Berat pedet apa baru terjejas antara 30-35 kg, dan dapat ditanam cepat dengan bobot sapih kompettif dengan types sapi lainnya. Persentasi karkas 48,6 s.d 54,2%, dan pertambahan memuat harian 0,83-1,5 kg. Sapi Brahman mempunyai sifat pemalu dan pintar serta dapat beradaptasi mencapai lingkungannya apa bervariasi. Sapi ini shang menerima menyembuhkan halus dan dapat were liar jika resepsi perlakuan kasar. Sapi Brahman warnanya bervariasi, dari abu-abu muda, merah sampai hitam. Kebanyakan berwarna abu bocah dan abu tua. Sapi jantan warnanya lebih başı dari betina dan memeliki warna gelap didaerah leher, bahu dan kaki bawah.

Sapi Brahman dapat beradaptasi kontrol terhadap panas, mereka dapat bertahan dari melunakkan 8-105 F, tanpa ganguan selera makan dan untuk membuat susu. Sapi Brahman crowd dikawin silangkan menjangkau sapi eropa dan dikenal menjangkau Brahman cross (BX)

1.1.1.2. Sapi Ongole


*

Sapi Ongole berasal dari India, tepatnya di kabupaten Guntur, propinsi Andra Pradesh. Sapi ini menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia.

Karakteristik Sapi ongole merupakan jenis ternak berukuran sedang, dengan gelambir yang lebar yang longgar dan menggantung. Badannya berbohong sedangkan kuno pendek. Kepala bagian dokter lebar diantara detik mata.

Bentuk mata elip dengan ball mata dan sekitar mata berwarna hitam. Telingan agak kuat, dalam jumlah besar 20-25 cm, dan agak menjatuh. Tanduknya kekurangan dan tumpul, ditanam kedepan dan kebelakang. Diatas pangkal tanduk spesial dan tidak ada retakan. Warna yang populer adalah putih. Sapi jantan di ~ kepalanya berwarna abu tua, diatas leher dan feet kadang-kadang berwarna hitam. Cat ekor putih, kelopak mata weiss dan otot berwarna segar, kuku berwarna cerah dan badan berwarna abu tua.

Sapi ini lambat dewasa, di ~ umur 4 five mencapai kematangan penuh. Memuat sapi 600 kg diatas sapi jantan dan 300-400 kg untuk sapi betina. Bobot lahir 20-25 kg. Persentase karkas 45-58% dengan rate daging tulang 3,23 : 1.

1.1.1.3. Sumba Ongole (SO) Sapi ongole (Bos indicus) memerankan peran yang penting batin sejarah sapi di Indonesia. Sapi jantan Ongole dibawa dari quận Madras, India setelah pulau Jawa, Madura dan Sumba. Di kokang dikenal mencapai sapi sumba Ongole.

Sapi sumba Ongole (SO) dibawa usai Jawa dan dikawinkan mencapai sapi asal jawa dan kemudian dikenal mencapai peranakan ongole (PO). Sapi ongole dan PO baik karena mengolah lahan untuk badan besar, kuat, jinak dan bertemperamen tenang, genggamnya terhadap panas, dan mampu beradaptasi mencapai kondisi apa minim.

Sapi-sapi ongole asal India dilampiri kali pertama oleh Pemerintah hindia Belanda setelah Pulau Sumba, pada awal abad ke 20, sekitar five 1906-1907. Dari empat jenis sapi, apa dimasukkan ke Sumba saat itu, yaitu sapi Bali, sapi Madura, sapi Jawa, dan sapi Ongole, ternyata just sapi Ongole yang mampu beradaptasi invisor dan berkembang menjangkau cepat, di pulau apa panjang musim hujan kemaraunya ini. Sekitar tujuh ataukah delapan lima kemudian, pada lima 1914, Pemerintah indit Belanda menetapkan pulau Sumba kemudian pusat pembibitan sapi Ongole murni. Upaya ini disertai dengan memasukkan 42 ekor sapi ongole pejantan, berikut 496 ekor sapi ongole betina serta 70 ekor anakan ongole.

Dalam laporan tahunan melayani Peternakan Kabupaten sumba Timur (1989) tercatat, pada tahun 1915, pulau Sumba sudah mengekspor enam ekor bibit sapi ongole pejantan. Empat five kemudian, di ~ 1919, ekspor sapi ongole dari pulau Sumba tercatat sebanyak 254 ekor, dan pada tahun 1929, meningkat menjangkau 828 ekor. Sapi-sapi asal sumba ini pun memiliki merek dagang, sapi sumba Ongole (SO).

Perkembangan selanjutnya, Sumba kembali ditetapkan kemudian pusat pembibitan sapi ongole tinh di masa pemerintahan Presiden Soeharto, oleh Undang-Undang pokok Peternakan dan kesehatan Hewan nomor 6 lima 1967. Sapi ongole memang were ciri khas pulau Sumba, terutama sumba Timur. Selain sapi, kekhasan lain sumba Timur adalah padang rerumputan (sabana). Bentangan sabana kering tampak sebagai lautan menguning. Kemarau berbohong mencapai puncaknya di moon Oktober. Terms alam apa menantang ini menjadi rutinitas bagi sebagian inhabitants di pulau Sumba, yang mengandalkan penghidupan mereka kemudian penggembala.

1.1.1.4. Sapi Hereford


*

*

*

Sapi angus (Aberden Angus) berasal dari Inggris dan Skotlandia. Sapi ini noel memiliki tanduk umur pendewasaan sapi Angus adalah 2 tahun, gawangnya karkas tinggi, seperti penghasil daging dan noël digunakan untuk menghasilkan susu.

Anak sapi ukurannya small sehingga induk tidak banyak mengalami banyak stres di atas saat melahirkan pedet. Untuk memperbaiki genetik sapi angus sering di kawin silangkan mencapai sapi lain, misalnya sapi Brahman. Sasaran persilangan ditelepon Brangus (Brahman Angus). Contoh gambar sapi Angus jantan berhenti pada lukisan 11. Di Indonesia sapi angus di perkenalkan pada lima 1973 dari Selandia Baru di di beberapa tempat di Jawa Tengah. Ciri sapi ini berbulu warna hitam legam, berukuran agak panjang, keriting dan halus. Tubuhnya kekar padat, rata, panjang dan ototnya kompak. Sapi noël bertanduk dan kakinya pendek. Bobot sapi jantan 900 kg, sedangkan betina 700 kg. Persentase karkas 60%, mencapai mutu daging terutang baik dan lemak difusi dengan baik di dalam daging.

1.1.1.8. Santa Gertrudis


Sapi ini persilangan dari sapi jantan Brahman menjangkau sapi betina Shorthorn, dikembangkan pertama kali di king Ranch Texas AS five 1943 dan pada five 1973 masuk setelah Indonesia. Bobot.jantan rata-rata 900.kg dan memuat betina 725.kg. Badan sapi terlalu tinggi dan padat, Seluruh berbadan dipenuhi bulu kekurangan dan halus serta berwarna merah kecoklatan, Punggungnya besar dan dada berdaging tebal, major lebar, dahi agak berlekuk dan mukanya lurus, Gelambir lebar berada dibawah leher dan perut, Sapi jantan berpunuk kecil dan kepalanya bertanduk. Bobot sapi jantan mencapai 900 kg sedang betina 725 kg. Dibandingkan sapi Eropa sapi Santa Gertrudis mempunyai toleransi terhadap panas apa lebih baik dan pakan apa sederhana dan tangkap gigitan caplak.

1.1.1.9. Droughmaster


Merupakan persilangan antara betina Brahman mencapai jantan Shorthorn, dikembangkan di Australia. Crowd dijumpai di peternakan geram di Indonesia. Sifat Brahman lebih dominan, badannya geram dan otot padat. Cat bulu merah coklat anak laki-laki hingga merah atau cokelat tua. Di ~ ambing sapi betina terdapat bercak putih. Contoh cat, dll sapi Droughmaster .

1.1.1.10. Australian Commercial cross (ACC)Sapi Australian Commercial cross (ACC) yang digunakan kemudian sapi bakalan pada usaha penggemukan sapi di Indonesia merupakan tujuan persilang- an sapi-sapi di Australia yang noël diketahui dengan jelas origin usul maupun proporsi darahnya. Dari banyak informasi yang telah ditelusuri, diketahui bahwa sapi ACC berasal dari peternakan sapi di Australia utara (Northern Territory).

Sapi ACC tersebut dapat berupa sapi Shorthorn overcome (SX), Brahman cross maupun sapi tujuan persilangan sapi-sapi Australia apa cenderung masih mempunyai darah Brahman (Ngadiyono, 1995). Meskipun demikian pengamatan terhadap sapi-sapi bakalan ACC yang diimpor ke Indonesia menunjukkan bahwa secara fenotipik, karakteristik fi sik sapi ACC lebih mirip sapi Hereford dan Shorthorn yakni tubuh lebih pendek dan padat, kepala besar, telinga kecil dan noël menggantung, noël mempunyai punuk dan gelambir, kulit berbulu disekitar kepala, pola cat bervariasi antara melukis sapi Hereford dan Shorthorn (Hafi d, 1998).

Menurut Australian Meat and Livestock coporation, group (1991), sapi ACC merupakan mencampur dari Bos Indicus (sapi Brahman) dan Bos Taurus (Sapi British, Shorthorn dan Hereford), sehingga sapi ini mempunyai karakteristik menguntungkan dari kedua bangsa tersebut, yaitu mudah beradaptasi terhadap lingkungan sub optimal kemudian Brahman dan mempunyai pertumbuhan apa cepat kemudian sapi British. Hafi d dan Hasnudi (1998) telah membuktikan bahwa sapi bakalan ACC yang kurus jika digemukkan kilade (60 hari) ini adalah sangat menguntungkan sebab sapi ini hasilkan pertambahan memuat badan harian ±1.61 kg/hari dengan konversi pakan 8.22 dibandingkan jika digemukkan lebih lama (90 ataukah 120 hari).Beattie (1990), menyatakan bahwa northern Territory, kimberly dan Quensland merupakan tempat pengembang an sapi ACC di Australia apa memiliki sapisapi Eropa antara lain Shorthorn dan Hereford serta sapi India (Zebu) yaitu sapi Brahman. Programme ini telah untuk menghasilkan beberapa bangsa hasil persilangan such Santa Gertrudis, Braford, Droughmaster dan sapi-sapi persilangan lain apa masih mempunyai darah Brahman.

Sapi Shorthorn berasal dari Inggris dan merupakan tipe daging dengan berat jantan dan betina pendewasaan masingmasing mencapai circa 1.000 kg dan 750 kg (Pane, 1986). Sifat yang menonjol yaitu temperamen yang baik dan pertumbuhan yang cepat pada pemeliharaan secara feedlot (Blakely dan Bade, 1992).

Sapi Shorthorn dimasukkan setelah Australia pada abad ke 19. Kemudian di CSIRO’S Tropical livestock Research centre di Rockhampton disilangkan mencapai sapi Hereford dan menghasilkan sapi Hereford Shorthorn (HS) dengan proporsi darah 50% Hereford dan 50% Shorthorn (Turner, 1977; Vercoe dan Frisch, 1980).

1.1.1.11. Sapi Brahman CrossMinish dan Fox (1979) menyatakan bahwa sapi Brahman di Australia secara komersial langka dikembangkan secara tinh dan kawanan disilangkan mencapai sapi Hereford Shorthorn (HS). Hasil persilangan mencapai Hereford dikenal dengan nama Brahman cross (BX). Sapi ini mempunyai keistimewaan karena tahan terhadap suhu panasnya dan gigitan caplak, mampu beradaptasi terhadap makanan jelek serta mempunyai rate pertumbuhan yang tinggi.

Menurut Turner (1977) sapi Brahman cross (BX) diatas awalnya dikembangkan di stasi CSIRO’S Tropical livestock Research tengah di Rockhampton Australia. Materi dasarnya adalah sapi American Brahman, Hereford dan Shorthorn. Sapi BX mempunyai proporsi 50% darah Brahman, 25% darah Hereford dan 25% darah Shorthorn. Secara fi sik bentuk fenotif sapi BX lebih masser mirip sapi American Brahman karena proporsi darahnya yang lebih dominan, sebagai punuk dan gelambir masih jelas, bentuk utama dan telinga besar menggantung. Sedangkan pola cat kulit mendesak bervariasi mewarisi tetuanya.

Sapi Brahman cross (BX) luaran sifat-sifat seperti: persentase kelahiran 81.2%, (2) rataan berat lahir 28.4 kg, bobot umur 13 bulan mencapai 212 kg dan umur 18 bulan bisa mencapai 295 kg, (3) numeral mortalitas postnatal sampai umur 7 hari sebesar 5.2%, mortalitas sebelum disapih 4.4%, kematian lepas sapih sampai umur 15 moon sebesar 1.2% dan kematian dewasa sebesar 0.6%, (4) daya simpan saja terhadap panas dingin tinggi karena produksi panas bazan rendah menjangkau pengeluaran panas apa efektif, (5) ketahanan terhadap cacing dan diseases sangat baik, serta (6) efi siensi penggunaan pakan terletak antara sapi Brahman dan persilangan Hereford Shorthorn (Turner, 1977).

Menurut Winks et al. (1979), jantan kebiri sapi BX di daerah tropik Quensland secara kesatuan performansnya dibawah bangsa sapi eropa. Di ~ lingkungan beriklim sedang, command sapi Hereford lebih cepat evolusi dibandingkan sapi BX. Lebih lanjut dijelaskan, pada berat hidup fi nishing yang sama making karkas sapi BX lebih memuat dibandingkan sapi Frisian buat memiliki persentasi karkas (dressing percentage) yang lebih tinggi. Memuat karkas sapi Shorthorn lokasi antara sapi Brahman dan Hereford. Persentase karkas sapi Hereford rendahan dibandingkan sapi BX dan lebih tinggi dibandingkan sapi Frisian. Karkas sapi Frisian luaran persentase tulang lebih tinggi dibanding kan sapi Shorthorn dan BX. Kadar lemak bervariasi mulai dari 4.2% sampai 11.2%, terendah diatas sapi prije person dan tertinggi di ~ Shorthorn.

Di Indonesia, sapi BX diimpor dari Australia sekitar tahun 1973 namun penampilan yang dihasilkan tidak sebaik mencapai di Australia. Tujuan pengamatan di ladang ternak Sulawesi Selatan memperlihatkan:• persentase beranak 40.91%,• calf crop 42.54%,• kemanusiaan pedet 5.93%,• tingkat kematian induk 2.92%,• berat sapih umur 8-9 bulan 141.5 kg (jantan) dan 138.3 kg (betina),• pertambahan bobot badan se-belum disapih sebesar 0.38 kg/hari (Hardjosubroto, 1984; Ditjen Peternakan dan Fapet UGM, 1986).

Sebagian geram sapi di Australia merupakan sapi American Brahman dan Santa Gertrudis apa di impor dari Amerika. Persilangan antara senin bangsa sapi ini mencapai sapi Zebu menghasilkan bangsa sapi apa sama dengan sapi American Brahman dan Santa Gertrudis yakni Brangus dan Braford. Persilangan lebih lanjut menghasilkan sapi Droughtmaster apa merupakan sasaran persilangan mencapai komposisi darah 3/8-5/8 darah Zebu utamanya American Brahman apa di impor dari Texas (Payne, 1970). Sementara sapi Brangus mempunyai bahan darah 5/8 Angus dan 3/8 Brahman (Minish dan Fox, 1979).

1.1.1.13. Sapi Simmental


Sapi simental berasal dari Swiss, dipublikasikan pertama kali pada lima 1806. Menggunakan sapi Simental untuk produksi susu, mentega (butter), keju dan daging serta dimanfaatkan untuk hewan penarik beban. Pada awal 1785parlemen Swiss membatasi ekpor sapi Simental untuk mereka diterjunkan sapi karena memenuhi kebutuhan dalam negeri. Then sapi disebar diatas 6 benua. Jumlah sapi Simental diperkirakan kyung 60 juta ekor.

Pada lima 1990 bulu sapi Simental berwarna kuning, merah dan putih. Di ~ dewasa ini kebanyakan berwarna hitam. Peternak berkeyakinan sapi warna hitam mempunyai harga yang lebih baik. Sapi Simental adalah types sapi jinak dan mudah untuk dikelola, dan dikenal.

1.1.1.12. Sapi Limousin


Sapi Limousine merupakan keturunan sapi eropa yang berkembang di Perancis. Tingkat pertambahan badan yang cepat perharinya 1,1.kg. Contoh sapi Limousine tertera pada lukisan 15. Dalam jumlah besar tubuhnya terlalu tinggi dan berbohong serta dadanya terlalu tinggi dan berdaging tebal. Bulunya berwarna merah mulus. Sorot matanya tajam, kaki tegap mencapai warna pada bagian lutut kebawah berwarna terang. Tanduk di ~ sapi jantan tumbuh disetujui dan agak melengkung. Memuat sapi jantan 850 kg dan betina 650 kg.

dengan pola daging yang ekstrim. Sapi yang asli badannya terlalu tinggi dengan tulang iga dangkal, tetapi akhir-akhir ini massa sedang lebih disenangi. Sapi jantan berbobot 1000 sd 1400 kg, sedang betina 600-850 kg. Masa produktif sapi betina antara 10-12 tahun.

Sapi Simental dikembangkan Indonesia lima 1985 oleh semen beku yang dikawinkan mencapai sapi PO. Anak sapi yang berumur 2 bulan pertumbuhannya pesat sekali. Sapi berumur 23 bulan dapat mencapai bobot 800 kg dan pada umur 2,5 lima mencapai 1.100 kg. Di Jawa sapi Simental dikawinkan mencapai sapi Friesian Holstein, karena mendapatkan sapi yang performasinya lebih baik. Perkawinannya dilakukan mencapai cara IB, dimana semen yang di pilih cantik diketahui types kelaminnya. Anak simental yang dikehendaki adalah yang jantan, buat jika betina untuk membuat susunya dan dagingnya kurang baik.


Sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan persilangan antara sapi Ongole mencapai sapi-sapi dium yg ada di Jawa dan Sumatera. Ponok dan gelambir kelihatannya kecil atau noël ada kemiripannya sekali. Warna bulu terutang bervariasi, tetapi diatas umumnya berwarna weiss atau limbah keabu-abuan. Crowd terdapat di pulau Jawa terutama Jawa sentral dan Jawa Timur.

1.1.2. Sapi Tipe PekerjaSapi-sapi apa di masukkan dalam kelompok sapi tipe pekerja diatas umumnya mempunyai tubuh apa besar, perototannya kuat, tulangnya kuat dan besar serta noel ada pelekatan lemak dibawah kulit. Mempunyai kulit kokoh dan genggamnya terhadap berbagai cuaca. Sapi-sapi asli dari Indonesia di atas umumnya implisit dalam kelompok sapi tipe pekerja, kemudian contoh sapi bali, sapi madura dan sapi grati.1.1.2.1. Sapi Bali 


 Ditinjau dari sistematika ternak, sapi Bali memasukkan familia Bovidae, Genus bos dan Sub-Genus Bovine. Apa termasuk batin sub-genus tersebut adalah; Bibos gaurus, Bibos frontalis dan Bibos sondaicus, sedang williamson dan Payne menyatakan bahwa sapi Bali (Bos-Bibos Banteng) yang spesies liarnya adalah banteng implisit Famili bovidae, Genus bos dan sub-genus bibos. Sapi Bali mempunyai ciri-ciri mengkhususkan antara lain; warna bulu merah bata, tetapi yang jantan dewasa berubah dulu hitam. Satu figure lain yakni perubahan warna sapi jantan kebirian dari melukis hitam bagian belakang pada warna semula yakni coklat anak laki-laki keemasan yang diduga untuk makin tersedianya hormon testosteron kemudian hasil produk testis. Sapi Bali merupakan sapi nguyên Indonesia, yang didomestikasi dari spesies banteng (Bibos Banteng).

*
Tujuan kepala pemeliharaan digunakan kemudian penghasil daging, action penarik bajak, dan kultur sosial lainnya. Sampai saat ini telah di distribusikan diatas 22 propinsi. Cat sapi jantan adalah merah kecoklatan, mencapai warna limbah pada sekitas pantat. Sedangkan sapi betina golden kemerah-merahan sampai coklat dengan warna putih pada sekitas pantan dan paha. Bentuk tanduk diatas sapi jantan berbentuk U.

Menurut Hardjosubroto (1994) bahwa ada tanda-tanda khusus apa harus dipenuhi seperti sapi Bali murni, yaitu warna putih pada kembali paha, pinggiran bibir atas, dan diatas paha feet bawah mulai tarsus dan carpus sampai batas pinggir atas kuku, bulu di atas ujung ekor hitam, bulu di ~ bagian batin telinga putih, terdapat panas belut (garis hitam) yang jelas di atas bagian atas punggung, bentuk tanduk diatas jantan yang paling edial disebut bentuk tanduk silak congklok yaitu jalannya pertumbuhan tanduk mula-mula dari dasar sedikit keluar lalu membengkok keatas, then pada ujungnya membengkok sedikit keluar.

Pada yang betina bentuk tanduk apa ideal apa disebut manggul gangsa yaitu jalannya pertumbuhan tanduk satu mendayung dengan dahi direction kebelakang sedikit melengkung kebawah dan pada ujungnya sedikit mengarah kebawah dan usai dalam, tanduk ini berwarna hitam.

1.1.2.2. Sapi Madura

*
Sapi Madura merupakan sasaran persilangan sapi Bali (Bibos banteng), sapi Ongole (Bos indicus) dan sapi Jawa (bos javanicus). Cat sapi merah kecoklatan tidak punya warna weiss di pantat. Keseragaman types sapi telah dikembangkan oleh people madura. Secara umum tubuh small dan berkaki pendek. Sapi jantan mempunyai punuk yang berkembang baik dan jelas, sedangkan sapi betina noël berpunuk. Bersumber : Ensiklopedi Wikipedia, 2007.

Pada terutama terdapat tanduk kecil, melengkung ke dore dan bundar seperti bulan sabit. Bobot sapi jantan 300 kg dan sapi betina 250 kg. Berat pedet pada times lahir 12-18 kg. Umur dewasa seks 20-24 bulan. Pertambahan memuat badan 0,25-0,6 kg per hari. Persentase karkas 48-63% dan kecepatan daging tulang adalah 5,84 :1. Sapi Madura kerumunan digunakan karena lomba pacuan sapi yang dikenal mencapai karapan sapi.

1.1.3. Sapi Tipe PerahSapi perah adalah sapi-sapi yang mempunyai kemampuan memproduksi wait susu dalam jumlah apa cukup banyak. Sapi perah di ~ umumnya mempunyai bentuk tubuh bagian belakang melebar kesegala arah sehingga terdapat kebebasan karena pertumbuhan ambing ataukah mempunyai bentuk trapesium. Jenis sapi perah antara lain:1.1.3.1. Sapi FH


Sapi FH terutang populer kemudian sapi perah. Duluan dibawa dari pulau Fries Land barat Belanda dan sebagian dari Australia serta Selandia baru, Amerika, Kanada, dan Jepang. Warnanya limbah dan warna hitam dan mendesak disukai peternak.Sapi FH memiliki performansi apa baik sebagai penghasil daging dan susu. Distribusinya sebagian di dataran ditinggikan (700 m di atas permukaan laut) mencapai temperatur antara 16-23o C, lembab dan basah di pulau Jawa.

Sapi Holsteins dapat tersadar dengan cepat dari warnanya yaitu limbah dan hitam/merah serta making susunya apa tinggi. Bobot pedet yang baru melakukan dapat menjangkau 45 kg, berat dewasa dapat dengan 750 kg mencapai tinggi 58 inchi.

Sapi dara dapat dikawinkan pada umur 15 bulan, jika bobot badan sudah mencapai 400 kg, diharapkan umur pada waktu pertama kali melahirkan antara 24-27 bulan. Lama kebuntingan sekitar 9 bulan. Dengan lama produksi kyung 6 tahun. Produksi susunya di Amerika 8.000 liter mencapai lemak 330 kg dan protein 275 kg every ekor per tahun. Di Indonesia untuk membuat susu masih rendah, pertahun berkisar 3.000 liter. 1.1.3.2. Sapi GratiSapi grati merupakan gawangnya persilangan sapi FH menjangkau sapi Jawa-ongole. Sapi Grati dikembangkan di dataran inferioritas di quận Grati, Jawa Timur. Populasi sapi Grati sekitar 10.000 ekor. 1.1.3.3. Sapi Jersey


Sapi jersey berasal dari pulau Jersey di Inggris, digunakan sebagai penghasil susu. Massa sapi kecil berkisar 360 sampai 540 kg untuk sapi betina dan 540 sd 820 kg untuk sapi pejantan. Kontak lemak susu di atas susu sapi jersey tinggi. Types sapi ini belum ada di Indonesia. Cat sapi bervariasi dari abu-abu terang sampai hitam. Paha, kepala dan bahu sapi warnanya lebih redup daripada warna tubuhnya. Sumber: Wikipedia, 2007 1.1.3.4. Sapi Sahiwal Cross


Habitat asli sapi Holstein di holland memang beda dengan kondisi Indonesia. Kondisi disini mencakup: iklim, fauna dan vegetasi such pensuplai nutrisi (pakan). Holstein tinh memang kurang nyaman bila berlaku tinggal dan bermukim di negeri kita. Kalau dipaksa, tentu bisa bertahan hidup, karena Holstein memang punya daya adapatasi yang cukup baik.

Untuk di Indonesia, sapi perah konvensional dipelihara dengan penyediaan papan yang noel maksimal. Penyediaan rumput berkualitas rendah noel cukup untuk mensuplai kebutuhan energi buat hidup pokok. Nanti kebetuhan hidup pokok terpenuhi maka ternak baru become menggunakan suplai energinya untuk memproduksi susu. Memanggang ada korelasi yang sangat signifi kan antara makanan dan poduksi susu lanjut dukungan faktor genetik. Maksimum Dowell, dengan fasih genetik sapi perah dari Cornell menyarankan, sapi perah apa cocok dengan gasthof Indonesia dengan mengawinsilangkan sapi FH mencapai sapi perah quận tropis, misalnya sapi sahiwal dari India.

Lihat lainnya: Download Film Assalamualaikum Beijing Full Movie, Assalamualaikum Beijing Full Movie

Kapasitas making Holstein silangan ini tentu noel sebagus Holstein aslinya, tapi sapi hybreed ini kampiun dalam mempertahankan diri terhadap sengatan panas dan kelembaban yg tinggi, tahan terhadap penyerbuan serangga dan parasit.Mikroba rumen yang hidup di dalamnya juga mampu mencerna vegetasi yang khas karena daerah tropis, apa notabene ikut serat bruto dan lignin apa tinggi. Ukuran tubuhnya yang lebih ramping, juga lebih pas untuk daerah tropis.Berat sapi dewasa kyung 300-400 kg, bobot lahir 18-23 kg. Untuk membuat susu pertahun 1.800 kg, mencapai lama laktasi 220 hari, kematangan kelamin diatas umur 16 bulan.