Anime apa diadaptasi were video video game kerap kali bertujuan hanya untuk memenuhi hasrat para penggemarnya. Dari sekian kerumunan judul yang beredar di pasaran, just sebagian kecil apa bisa berpendapatan game bagus. Halaman ini dikarenakan para developer mengabaikan kualitas dan noël bisa menggali materi dari anime yang bersangkutan sehingga hanya menjadi sebuah produk generik yang berulang.

Anda sedang menonton: How to pick up girls


Is it Wrong to shot to choose Up girl in a Dungeon? adalah sebuah serial animanga yang cukup tersebar luas di Jepang yang dikenal dengan nama belakang “DanMachi” agar lebih mudah disebut. Dari awal kemunculannya di tahun 2013, popularitasnya secepatnya meroket berkat karakternya yang berkesan dan narasinya yang menyenangkan. Berbekal popularitas tersebut, developer MAGES dan publisher PQube, bekerjasama mengadaptasinya dulu game menjangkau judul yang cukup panjang, yaitu Is it Wrong to try to pick Up girl in a Dungeon? Familia Myth tak terbatas Combate . Apakah game ini bisa disusul kesuksesan serial anime dan manganya?

Simak ulasan lengkapnya berikut ini!


Story

Mengambil latar tale yang kesamaan dengan saga anime dan manganya, video game ini bercerita sekitar seorang pemuda bernama Bell Cranel yang berusia 14 tahun. Ia berada di bawah naungan seorang Dewi Hestia. Bell Cranel yang diberitahu oleh kakeknya bahwa cara terbaik buat bisa slam cinta kepada seorang gadis adalah dengan dulu seorang pahlawan. Kesempatan pertamanya temu dengan seorang gadis noel berjalan mulus.

Alih-alih menjadi seorang pahlawan, Bell justru diselamatkan oleh seorang gadis bernama Aiz WAllenstein apa cantik usai ia hampir terbunuh oleh kemudian Minotaur. Bell pun bertekad untuk menjadi pahlawan terkuat agar mungkin mengajak Aiz berkencan. Padahal banyak gadis lain juga menaruh heed padanya, terutama Dewi Hestia sendiri.

Bell yang memasuki dunia fantasi tempat tinggal para dewa, Orario, pertemuan dengan gadis pujaannya Aiz dan berhasil digali kemampuan baru. Ia pun bertekad karena menjadi petualang terhebat di negeri tersebut dengan memukul monster di di dalam dungeon.

Mampukah Bell Cranel mewujudkan tekadnya?

Temukan jawaban dengan memainkan Is that Wrong to shot to pick Up girl in a Dungeon? Familia Myth tak terbatas Combate!


*

Gameplay

Game ini luaran dua pilihan sudut pandang narasi, yaitu dari Bell dan Aiz. Dari tepian pandang Bell, dari mereka akan mendapatkan penyampaian tale yang lebih lugas, langsung dan terang-terangan, sementara dari Aiz menceritakan sisi apa tak lampu oleh Bell.

Berikut kami bahas aspek gameplay selengkapnya:

*

Melihat dari premis ceritanya, game ini akibat cukup menarik, just saja eksekusi dari sisi gameplay-nya dibawah standar game JRPG di atas umumnya. Ia built-in antara presentasi cerita dalam balutan intuitive novel dengan petualangan ala Dungeon Crawler menjangkau mekanisme Hack-and-Slash.

Game ini terlalu kawanan memiliki dirampas hingga kita malas menyebutkannya satu per satu. Dari sisi visual novel, presentasi ceritanya terutang dangkal dan dialognya pun kurang menarik untuk disimak. Setelah melewati cerita yang tampan panjang, their baru akan dibawa bertualang usai dalam dungeon.

*

Setiap kunjungan Anda ke dalam dungeon, biasanya milik mereka diberikan tugas karena diselesaikan sebagai mengalahkan sejumlah musuh, collected sejumlah jadwal acara dan sejenisnya. Tugas-tugas menyudahi itu akan cepat membuat dari mereka jenuh dan rasanya ingin cepat-cepat dilepas dari dungeon tersebut.

Kami pikir petualangan dan pertarungannya setidaknya dapat sedikit menyelamatkan game ini. Namun sayangnya, hal tersebut justru semakin memperparah keadaan. Mencapai mekanisme kuno dan pertarungan yang sangat standar, kami dirasa game ini seperti tertinggal tiga generasi ke belakang. Bahkan, game di era PS2 saja banyak apa jauh lebih bagus dari ini. Game ini bisa memiliki anggaran apa cukup rendah, tetapi chapter tersebut bukan menjadi alasan karena developer produksi game yang noel menarik such ini.

*

PresentationVisual

Melihat artwork yang cukup menarik saat penyampaian cerita melalui intuitive novel, kalian berharap kawanan bahwa tampilan 3D mereka setidaknya mungkin mencerminkan desain 2D-nya. Namun, harapan tersebut tinggal harapan saja buat ternyata maafkan saya yang kita dapatkan justru sangat jauhnya dari bayangan. Kalian sebenarnya noël masalah dengan mass karakter yang chibi, just saja developer seperti noel serius mengerjakannya. Bahkan, kualitas intuitive saat berada dungeon jauhnya lebih buruk dari game-game gratisan yang ada di smartphone. Chapter tersebut semakin dicederai menjangkau tampilan dungeon yang berulang dan itu-itu saja.

Audio

Aspek yang mungkin bisa sedikit kita apresiasi adalah artwork cantik dan musiknya apa masih sanggup diterima melalui telinga kami. Musiknya tampan enak didengar, walaupun noël sampai terngiang-ngiang di terutama kami. Pun demikian mencapai sulih suaranya yang tetap menebang seiyuu dari versi anime-nya. Chapter ini setidaknya bisa enim daya seri penggemar animenya karena memainkan video game ini.

*

Value

Sebagai penggemar video game JRPG, kami sangat kecewa dengan maafkan saya yang ditawarkan melalui game ini. Menjangkau harga jualnya yang noel bisa dibilang murah, kami tidak merekomendasikan Anda untuk membelinya, bahkan usai game ini didiskon sekalipun, kecuali jika ia menjadi game kebebasan PlayStation Plus. Mencapai harga apa setara dengannya, their bisa mendapatkan satu ataukah dua video game lain dengan kualitas AAA.

Setelah their menamatkan game ini, dari mereka baru bisa mengakses Extra Mode yang seharusnya justru dulu bagian dari setting utamanya. Di setting inilah milik mereka baru bisa menjelajahi dungeon secara bebas. Taraf kesulitan pada mode tambahan ini jauh lebih sulit dari setting utamanya, maka tak heran jika dari mereka akan lebih sering pertemuan layar video game Over.

Lihat lainnya: Os Windows Yang Paling Ringan, Ini Perbedaan Windows 10 Home Vs Pro


Conclusions

Selama hampir 5 lima kami berdiri, could inilah game terburuk apa pernah kami ulas. Selain nama judulnya apa sangat panjang, Is it Wrong to shot to pick Up girls in a Dungeon? Familia legend – infinite Combate tidak memiliki sisi menaiknya dari segi apapun. Mekanisme yang standar, tale yang membingungkan, misi yang repetitif, alles dieksekusi dengan mendesak mentah. Bahkan banyak game smartphone apa justru pribadi kualitas kurang sopan lebih baik dari game ini. Kami pun dirasakan menyesal telah membuang waktu kami apa berharga untuk mengulas game ini.