Ukh, Saya boleh curhat di sini enggak?” tulis “Enny” di grup percakapan whatsapp gerakan Indonesia tidak punya Pacaran. Bagi yang belum terbiasa, “Ukh” akun itu mengacu di atas ukhti, panggilan karena sesama perempuan batin bahasa Arab.Saat menyertainya hampir jam 9 malam dan mata saya langsung terfokus pada maafkan saya yang ingin ia sampaikan.“Bulan Muharam kemarin ada yang meng-khitbah (meminang) saya. Seorang laki-laki, asalnya dari Bekasi. Insya Allah setelah bulan Muharam kalian menikah. Tapi tadi itu chat untuk masa depan semuanya,” ujar ukhti Enny, yang meski suara pedih tapi ia sempat menyisipkan emoticon senyum.Saya bergabung mencapai grup whatsapp ini dari pertengahan Februari 2018. Grup ini merupakan sarana komunikasi para pengikut gerakan Indonesia tanpa Pacaran, serta media karena berkampanye. Didirikan oleh penulis Laode Munafar diatas akhir 2015, manuver ini mengampanyekan bahwa pacaran adalah sumber dari segala masalah kombinasi remaja apa liar dan mendesak merugikan generasi anak laki-laki Indonesia.Sampai jadwal acara ini diunggah, Laode noël memberikan menjawab atas bertanya dari agenbolaonline.org mengenai chapter ihwal manuvernya ini. Namun batin wawancara menjangkau BBC Indonesia, Laode mengatakan ia untuk membuat gerakan di Instagram, Facebook, dan Line untuk menerima curahan trấn para masa pubertas “yang salah masa depannya untuk pacaran."
*

"Pacaran itu membongkar dari sisi mana pun: dari masa depan, psikologi, kehormatan, dan terlebih lagi di dalam pandangan keagamaan <...> noël ada apa menguatkan koneksi (dalam pacaran) baik ikatan keagamaan ataupun hukum, sehingga jika siap terlanjur melakukan hubungan (badan) apa laki-laki bisa saja meninggalkan feminin dengan gampang,” ujarnya.Ia popponitis bahwa pacaran juga mengalihkan fokus belajar dan lingkungan. Laode, seperti dikutip BBC, memilih pendekatan agama untuk dia adopsi “Indonesia memiliki crowd warga Muslim."Akun-akun media sosial Indonesia tidak punya Pacaran sudah menjaring hampir 400,000 vasal di Facebook, sementara di Instagram sudah diikuti lebih dari 595,000 akun. Format latihan mereka beragam, start dari foto, meme, video cacat dengan gaya sinematografi kekinian, dan ilustrasi-ilustrasi menarik dilengkapi teks berisi ceramah agama. Konten utamanya adalah menindas konsep hijrah, yang secara umum berarti perubahan persimpangan pribadi yang lebih baik, namun dalam gerakan ini berarti sudah mantap mengatakan noël akan berpacaran another dan lebih memilih buat langsung menikah saja.Selain media sosial, manuvernya ini juga mengorganisir kegiatan-kegiatan di sekolah-sekolah dan masjid.Menariknya, sebagian besar materi-materi sosial media Indonesia tidak punya Pacaran kawanan ditujukan pada vasal perempuan, melayani aturan di mana seharusnya banci bergaul batin masyarakat. Di dalam salah satu meme apa ditampilkan, mereka disalahkan perempuan seperti penyebab rusaknya peradaban manusia. Mereka mengklaim bahwa saat ini, feminin dirusak melalui pemikiran sekuler dan feminisme, sehingga manuvernya tersebut mau melawannya mencapai meninggikan melakukan perempuan.

Anda sedang menonton: Hari baik menurut islam untuk menikah

*
Aturan ketat ala militerGrup whatsapp merupakan deviasi satu sarana yang ditawarkan melalui gerakan Indonesia tanpa Pacaran untuk saling menguatkan, dan such medium penyebaran artikel-artikel yang wajib disebarkan para anggotaenam di media sosial masing-masing.Untuk menjadi anggota, kita perlu mendaftar di ~ administrator alias admin grup, dibayar Rp 180.000 (untuk pendaftaran dan buku) lewat menangkal bank, dan conefo pada admin. Harus waktu tentang seminggu sampai terbatas diterima dulu anggota.Grup ini, yang tentu saja memisahkan banci dan laki-laki, menawarkan beberapa keuntungan, mulai dari diskon untuk pembelian cendera mata, pelatihan, sampai materi ceramah agama. Admin mengatakan ingin menjaring sampai 10.000 anggota untuk grup whatsapp, memanggang bayangkan berapa uang yang diraup. Di grup apa saya ikuti saja ada 167 anggota dan dua admin, sehingga bruto uang pendaftaran apa dikumpulkan Rp 30 juta lebih sedikit.Sebelum masuk grup ini, saya sudah sangat penasaran kenapa mereka noël keberatan membayar Rp 180.000 karena biaya pendaftaran, apa menurut saya menajdi mahal. Mencapai banyaknya anggota dalam satu grup, saya memperkenalkannya betapa riuh rendahnya dianalogikan di dalamnya.Namun ternyata grup ini memiliki peraturan at sight ketat dan disiplin bagai militer. Pertama, kami dilarang omong di grup kecuali di ~ Rabu, Sabtu, dan Minggu. Bahkan mengucapkan salam pun noel boleh. Walaupun salamnya become dijawab dulu, baru admin memberi peringatan.Kedua, kami hanya diperbolehkan membahas tema apa berkaitan dengan Indonesia tanpa Pacaran ataukah pergaulan. Ketiga, kami noël boleh mempromosikan acara atau produk apa pun kecuali apa sudah bekerja sama dengan ITP. Jika ada apa melanggar aturan-aturan ini hingga empat kali berturut-turut, admin menjadi menendangnya dari grup.Selain itu, para anggota ITP diwajibkan menyebarkan artikel ceramah apa dibagikan setiap Selasa dan Jumat. Admin ini adalah mengabsen siapa saja apa sudah membagikan jadwal acara sebagai berita berantai, atau disertai gambar-gambar apa cocok disebar lewat Instagram.Grup sempalan“Assalamu alaikum, ukhti..”Saya agak canggung ketika para anggota grup keuntungan kata ganti ukhti, apalagi saat disingkat “ukh”, apa bagi saya punya efek untuk membuat geli yang sama mencapai sapaan “sis” di toko daring. Apalagi ketika kawanan dari mereka yang then memodifikasinya menjangkau “ukhsay” alias ukhti sayang. Peraturan-peraturan super ketat ternyata making para ukhti merasa noel nyaman dan membentuk grup baru. Beberapa hari setelah bergabung, seorang anggota, sebut saja “Elisa” menawar saya untuk bergabung malalui jalur pribadi.“Ini grup karena meet-up regional Tangerang dan Jakarta, Ukh.. Biar kita gampang komunikasinya,” ujarnya, yang langsung saya iyakan.“Tapi jangan bilang-bilang grup sebelah ya, Ukh.“ Saya menyetujuinya lagi.Di grup sempalan ini, layaknya grup percakapan, kawanan terjadi interaksi, diskusi, dan curhat. Para ukhti ini kemudian mengorganisir temu secara langsung, yang kemudian diputuskan akan dilakukan nanti kajian ITP di masjidil Istiqlal awal Maret lalu.Kajian ini dihadiri melalui tiga narasumber, implisit pasangan muda selebgram yaitu Natta Reza dan Wardah Maulina, satu dari sekian banyak panutan pubertas Muslim yang mengampanyekan kyung hijrah dan menikah di usia bocah (Baca selengkapnya di sini). Pasangan ini juga merupakan bagian dari pengaktifan Indonesia tanpa Pacaran, bahkan cantik menulis buku Berani Menikah undg Pacaran apa diterbitkan oleh ITP. Agar mengerti wajar kajian apa akan saya datangi nanti, dahulu pergi saya membaca secara baik Indonesia tanpa Pacaran yang ditulis Laode dan dibagikan kepada anggotaenam grup whatsapp nanti membayar mata uang pendaftaran.Materi dalam buku ini noel jauh berbeda dengan konten media sosial pengaktifan ini, yakni lebih kawanan membicarakan dan arrange perempuan daripada laki-laki. Ada satu hal khusus apa membahas kyung bagaimana banci seharusnya berpakaian, yaitu pakaian dan hijab panjang untuk “aurat feminin itu selain wajah dan telapak tangan.” Pada halaman 67, penulis menyamakan wanita Muslimah apa bercelana liong ketat saat diambil rumah sebagai lontong, dan ia juga menyalahkan perempuan untuk membangkitkan syahwat laki-laki.Banyak klaim ditulis Laode di booker ini tanpa kredit atau anotasi yang jelas. Misalnya pada page 155, ia menuduh pemerintah memfasilitasi kurikulum yang mengajak pacaran.Narasi “semua ini adalah salah pihak Barat” tambahan bertebaran dalam buku ini, tidak punya didukung logika dan argumen apa terstruktur jelas. Ia menggambarkan sekularisme tidak punya referensi dari booker atau literatur mana pun. Ia menuduh tokoh pendiri Republik Turki, Kemal Ataturk, seperti Yahudi Inggris yang suka mabuk-mabukan, main perempuan, hedonis, dan mati dengan jasad apa rusak. Ketika saya cari di Google, informasi such itu datangnya dari blog-blog yang noel kredibel.

Lihat lainnya: Cara Mencari Titik Koordinat Rumah, Mencari Atau Memasukkan Lintang & Bujur

Menikah solusi terbaikSemua materi batin buku Laode di atas akhirnya mengerucut pada konsep bahwa menikah itu solusi paling baik di dalam berbagai aspek daripada melajang, sehingga jangan dipersulit, apalagi kalau just menyangkut finansial. Chapter ini banyak membuat kecemasan berbagai pihak, terutama yang berjuang diatasi pernikahan di bawah umur.Koordinator Nasional Jaringan Muda, Lathiefah Widuri Retyaningtyas mengatakan, manuvernya Indonesia tidak punya Pacaran ini adalah deviasi satu manuver anti-kesetaraan apa dipantau melalui mereka.Pihak Jaringan Muda, apa fokus diatas masalah kekerasan seksual diatas remaja, sangat syok dengan adanya ITP ini, untuk gerakan ini jangkauan relasi personal anak muda. Terlebih saat menyadari adanya peningkatan dari pengaktifan tersebut, ujar Lathiefah.“Tapi kita tetap lokasi bahwa noël semua orang muda mau termakan oleh kampanye-kampanye apa dilakukan manuver tersebut. Batin pengamatan kami, masih kerumunan orang muda yang ingin bebas dan merdeka,” ujarnya full harap.Ia menambahkan, Jaringan Muda also mengkhawatirkan manuver ini akan mengakibatkan semakin kerasnya politik kontrol terhadap sikap perempuan. Solusi “menikah lebih cepat lebih baik” apa ditawarkan melalui ITP ini adalah berdampak negatif diatas anak-anak muda yang belum siap berumah tangga, kata Lathiefah.“Ketika pemandangan kampanye-kampanye apa disebarkan dalam poster-poster mereka, kalian menangkap bahwa menikah hanya dijadikan semacam jalur keluar untuk menghalalkan syahwat. Menurut kami, itu adalah pemikiran yang sempit,” tambahnya.“Akar masalah yang digemborkan oleh ITP juga tidak jelas, dan ukuran moral apa dikampanyekan pengaktifan ini berpotensi mengkriminalisasi feminin dengan tuduhan zina.”Untuk melawan gerakan semacam ini, Jaringan Muda does kegiatan-kegiatan yang berfokus karena membuka ruang-ruang diskusi dan ekspresi buat mengampanyekan kesetaraan di kampus-kampus.“Salah satu acara apa kami gagas dari 2015 adalah pertemuan Nasional Jaringan Muda yang sudah dua kali kalian adakan, dan acara terdekat yang akan dilaksanakan adalah pertemuan perempuan di kampus. Dari situ crowd sekali kami temukan inspirasi-inspirasi juang dari gerakan teman perempuan anak laki-laki kampus. Mencapai adanya acara ini, kita berharap ini adalah menciptakan ruang bagi mereka,” jernih Lathiefah.Namun bagi para ukhti di grup whatsapp Indonesia tanpa Pacaran, menikah tetap solusi dan gawangnya utama, kemudian yang dikemukakan Enny. Keluhannya soal khitbah semoga palsu dibalas mencapai penghiburan dari sesama anggota grup.“Aku juga pernah, ukhti, ngalamin kayak begitu. Sesak banget rasanya. Embodies sama familic dan orang-orang di kampung. Tapi gimana lagi, plan Allah pasti lebih baik dari untuk merencanakan kita,” tutur “Ajeng”.“Alhamdulillah, muncul udah ada lagi yang khitbah. Insya Allah bulan dore akad. Sabar ya, ukhti. Pasti ada gantinya yang lebih baik.”Baca tambahan tentang "selebgram" yang mendorong remaja menikah muda.