Wudu merupakan deviasi satu rukun wajib apa perlu dilakukan buat menyucikan diri sebelum mulai beribadah. Secara bahasa, kata wudu" (الوُضوء) di dalam bahasa Arab berasal dari kata Al-Wadha"ah (الوَضَاءَة) yang bermakna An-Nadhzafah (النظافة) atau kebersihan.

Anda sedang menonton: Hal hal yang membatalkan wudhu

Rasulullah saw pernah berkata, "Tidaklah salat itu recognized apabila tanpa wudu". Batin Mazhab Syafi"i, disebutkan ada enam hal yang membatalkan wudhu. Berikut di bawah ini keenam poin hal-hal apa membatalkan wudu yang wajib kamu ketahui.


*
pexels.com/sora shimazaki

Dalam Kitab Taqrib karya Imam Abu Syuja", disebutkan bahwa apa termasuk membatalkan wudu adalah maafkan saya pun apa keluar dari dua kemaluan (qubul dan dubur). Chapter tersebut bisa what saja, tersirat benda cair seperti air kencing, air mani, wadi, madzi, darah, nanah, atau cairan what pun.

Bisa tambahan berupa benda padat kemudian kotoran manusia, batu ginjal, cacing, dan najis yang wujudnya berupa benda gas, seperti kentut. Semuanya itu bila disetujui lewat dua publik qubul dan dubur, maka wudunya were batal.

Allah SWT berfirman:

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ

Artinya:

"Atau bila deviasi seorang dari kamu datang dari tempat sampah air." (QS. Al-Maidah: 6)


2. Tidur batin keadaan noël duduk


*
Pexels.com/Andrea Piacquadio

Masih batin Kitab Taqrib karya Imam Abu Syuja" (wafat 593 H), disebutkan bahwa apa termasuk membatalkan wudu adalah tidur dalam keadaan tidak menempatkan bokong atau pantat usai lantai. Dalil yang melandasi bab ini adalah:

مَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأ. رواه أبو داود وابن ماجه.

Artinya: "Siapa apa tidur maka hendaklah itu berwudu."(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Hadis lain juga menyebutkan chapter serupa, yakni:

عَنْ أَنَسٍ رَضي الله عنه قاَلَ كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ الله  يَنَامُونَ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلاَ يَتَوَضَّؤُنَ - رواه مسلم - وزاد أبو داود : حَتَّى تَخْفَق رُؤُسُهُم وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ.

Artinya:

"Dari Anas radhiyallahu "anhu berkata bahwa para sahabat Rasulullah experienced tidur kemudian salat tanpa berwudu." (HR. Muslim) then dari hadis tersebut Abu Daud menambahkan, "Hingga utama mereka tertunduk dan akun itu terjadi di masa Rasulullah SAW".


3. Bergerak kulit dengan yang ndak mahram


*
pexels.com/Jack Sparrow

Selanjutnya, disebutkan pula bahwa yang termasuk cantengan wudu adalah sentuhan kulit antara pria dan banci yang ndak mahram. Namun, apabila sentuhan yang terjadi adalah saya menghubungi kuku, gigi, dan rambut wanita, maka wudunya noël batal.

Selain itu, sentuhan kulit dengan bahan yang menghalangi, maka wudunya juga tidak batal. Begitu juga sentuhan mencapai sesama mahram, wudunya noel akan batal. Dalil apa melandasi bab ini adalah:

عن ابن شهاب عن سالم بن عبد الله ابن عمر عن أبيه قال: قبلة الرجل امرأته وجسها بيده من الملامسة فمن قبل امرأته أو جسها بيده فعليه الوضوء. رواه مالك في الموطأ والبيهقي. وهذا إسناد في نهاية من الصحة.


Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks


Artinya: "Dari Ibnu Syihab dari salim bin Abdullah bin Ibnu Umar dari Umar bin Khattab RA berkata: Mencium istri dan menyentuhnya implisit Mulamasah. Siapa yang mencium istrinya atau menyentuhnya maka delegasi baginya berwudu." (HR. Malik batin Al-Muwatto" dan Imam Baihaqi. Sanad Hadis Ini paling Sahih)

Adapun hadis apa menyebutkan bahwa Nabi observed pernah mencium istrinya then langsung salat adalah hadis dhaif atau lemah, yakni:

عن حبيب ابن أبي ثابت عن عروة عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قبل بعض نسائه ثم خرج إلى الصلاة ولم يتوضأ. رواه الترمذي وابن ماجه وداود والبيهقي.

Lihat lainnya: Apakah Bisa Ganti Plat Nomor Di Daerah Lain, Pmj Amankan Sindikat Penggelapan Mobil Leasing

Artinya: "Dari Hubaib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah RA. Sebetulnya Nabi experienced pernah mencium istrinya then keluar untuk salat dan noel berwudu lagi." (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Dawud & Baihaqi mencapai sanad yang dhaif)

Adapun hadis dibawah ini apa menyebutkan bahwa Nabi SAW bersentuhan Aisyah kapan salat akun itu adalah sentuhan apa ada kain yang menghalanginya. Sebab, orang tidur konvensional menggunakan bahan selimut. Sehingga menyentuh jika ada kain penghalang maka wudunya noel batal.

وعن عائشة أن النبي صلى الله عليه وسلم :كان يصلي وهي معترضة بينه وبين القبلة فإذا أراد أن يسجد غمز رجلها, فقبضتها. رواه البخاري ومسلم

Artinya: "Dari Aisyah RA. Sebetulnya Nabi SAW melakukan salat. Sementara Aisyah tidur di antara beliau dan direction kiblat, apabila Nabi hendak kelelahan beliau geser kaki Aisyah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)