Selasa, 16 April 2019 14:30 WIB

*
Benarkah departure Poll cermin Hasil Pemilu dan Pilpres 2019?" style="margin: 65px 0px 65px 0px;">

Hasil exit poll pemilu dan pilpres 2019 di luar negeri banyak beredar di media sosial. Di antaranya yakni tujuan exit poll di Saudi Arabia dan Berlin, Jerman.

Anda sedang menonton: Exit poll pilpres 2019 luar negeri

Hasil leave poll pemilu dan pilpres 2019 keluar negeri crowd beredar di media sosial. Di antaranya yakni gawangnya exit poll di Saudi Arabia dan Berlin, Jerman.

Hasil leave poll di Saudi Arabia dimuat malalui situstarbiyah.net, apa mengklaim bahwa pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno unggul dengan numeral 61 persen. Sedangkan buat Pileg, Partai judicial Sejahtera (PKS) unggul dengan nomor 43 persen.

Exit poll menemani itu digelar melalui Tim Relawan Pemantau Pemilu (TRPP) Serikat Pekerja migran Indonesia (SPMI) Arab Saudi bekerja sama mencapai Manhajuna.com.

Hasil exit poll di Berlin diunggah oleh akun Jujuk Jumintenpada 14 April 2019. Ia membagikan grafis dan cerita bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 79,3 persen.

PEMERIKSAAN FAKTA

Exit poll adalah polling terhadap tujuan sebuah pemilihan yang dilakukan dengan cara bertanya pemilih ke mereka disetujui dari TPS. Berbeda dengan quick count yang menjadikan suara TPS such sampel, exit poll menjadikan pemilih yang baru disetujui TPS sebagai respondennya.

Karena itu, departure poll lebih menargetkan data demografi pemilih, ndak memprediksi siapa apa bakal menang dalam pemilu atau pilkada. Data demografi yang dicari tradisional adalah usia, agama, suku, gender, tingkat pendidikan, pendapatan, latar belakang opsi partai politik, afiliasi ormas keagamaan dan lain-lain.

Terkait exit poll pemilu dan Pilpres 2019 di Arab Saudi memang benar digelar malalui Tim Relawan Pemantau Pemilu (TRPP) Serikat Pekerja migran Indonesia (SPMI) Arab Saudi bekerja sama dengan Manhajuna.com.

Sedangkan exit poll di Berlin, noël ada penjelasan siapa pihak operator dan bagaimana metode yang dilakukan.

Namun berdasarkan pesan berantai apa beredar di WhatsApp, bahwa leave poll di Berlin dilakukan melalui Forum social Indonesia di deutsche terhadap pemilih di TPS yang berlokasi di Lehrterstraße 68 Berlin pada days Sabtu, 13 April 2019 waktu setempat.

Exit vote dilakukan menjangkau mengambil sampel sebanyak 116 rakyat responden secara acak, dengan komposisi responden laki-laki 46,6% dan banci 53,4%. Berdasarkan latar belakang usia, 31,9% responden berusia under 28 tahun, 39,7% berusia 29-38 tahun, 17,2% berusia 39-48 tahun, dan 11,2% berusia lebih dari 49 tahun.

Menanggapi departure poll di Berlin itu, Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari mengatakan, metode pencoblosan di luar negeri dilakukan di dalam tiga cara. Duluan dikirimkan lewat pos, kotak voice keliling dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

Kalaupun exit poll menemani itu benar, kata dia, maka risetnya mengacu pada pemilih apa datang usai TPS. “Mungkin leave poll hanya untuk TPS, kalau apa metode pos tidak. Buat siapa also yang ditanya,” ujar Hasyim.

Hasyim menambahkan, surat suara luar negeri akan dihitung diatas 17 April 2019, saat pesta demokrasi di di dalam negeri dilakukan.“Kan baru dihitung pada saat kemudian bareng-bareng tanggal 17 April,” katanya.

Sedangkan Komisioner KPU Viryan Azis mengatakan, departure poll manfaat pendekatan berbasis kepada regulasi mencapai pengaturan waktu di di dalam negeri. Hal tersebut nantinya akan dibahas oleh KPU, di mana aturan mainnya.

Viryan menjelaskan, karena exit poll dari luar negeri KPU tak pribadi regulasi. Sebab, KPU hanya mengatur penghitungan di di dalam negeri baik leave poll ataupunquick count. Di dalam negeri, hitung cepat atau exit vote baru boleh dilakukan pemfitnahan jam nanti TPS ditutup.

Lembaga menyelidiki baru diperkenankan melalui KPU memberikan tujuan hitungannya usai publik.

"Yang kami atur adalah leave poll di batin negeri. Cantik diatur demikian, dua jam usai pencoblosan selesai," jernih Viryan.

Lihat lainnya: Sebutkan Syarat Daftar Pertanyaan Dalam Wawancara Yang Baik, Sebutkan Syarat Syarat Wawancara

KESIMPULAN

Dari fakta-fakta pada disimpulkan bahwa departure poLl bukan menjadi catatan penghitungan suara apa sah. Narasi yang beredar dikategorikan sesat.