Ada 13 dzikir yang bisa diamalkan sebelum tidur. Harapan tidurnya sepenuhnya berkah, dapat ketenangan dan selamat dari gangguan.

Anda sedang menonton: Doa dan dzikir sebelum tidur

<1>

Mengumpulkan dua konyol tangan. Lalu ditiup dan dibacakan surat Al Ikhlas, Al Falaq dan an Naas. Kemudian dua telapak rumbai tersebut mengusap tubuh apa dapat dijangkau, berawalan dari kepala, permukaanbutuh dan sikap bagian depan. Semisal menemani itu diulang sampai tiga kali.<1>

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan menyebut namu Allah yang Maha Pengasih another Maha Penyayang. Katakanlah: dia Allah, yang Maha Esa. Allah adalah ilah apa bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia noël beranak dan tiada pula diperanakkan, dan noel ada seorang pun yang setara mencapai Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dengan menyebut namu Allah yang Maha Pengasih another Maha Penyayang. Katakanlah: Aku penampungan kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan banci tukang sihir yang menghembus di atas buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Dengan menyebut nama Allah apa Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari vice (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, apa membisikkan (kejahatan) nanti dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6)

<2>

Membaca ayat Kursi.

Faedah: Siapa yang membaca ayat deets sebelum tidur, maka ia akan terus dijaga melalui Allah dan terlindungi dari gangguan setan hingga pagi hari. <2>

Allah, noël ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, apa hidup keabadian lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia noël mengantuk dan noël tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di thiên dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tidak punya seizin-Nya. Itu mengetahui apa-apa apa di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka noel mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan what yang dikehendaki-Nya. Seyss Allah meliputi thiên dan bumi. Dia noël merasa berat memelihara keduanya. Dan dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

<3>

Membaca surat Al Baqarah ayat 285-286.

Faedah: Siapa yang membaca dua ayat tersebut di ~ malam hari, maka dua ayat tersebut telah memberi kecukupan baginya.<3>

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, senada orang-orang yang beriman. Judul beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami noël membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami mendengarkan dan kalian ta’at”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah secara spasial kembali”. Allah noël membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) apa diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) apa dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, jangan lakukan itu Engkau hukum kalian jika kita lupa atau kalian bersalah. Miliki Rabb kami, tidak Engkau bebankan kepada kalian beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang apa sebelum kami. Miliki Rabb kami, tidak Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Berry maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kita terhadap kaum yang kafir“. (QS. Al Baqarah: 285-286)

<4>

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Bismika robbi wadho’tu jambii, wa bika arfa’uh, fa-in amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazh-haa bimaa tahfazh bihi ‘ibaadakash shoolihiin.

Artinya:

“Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan mencapai namaMu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari vice setan dan kejelekan dunia), sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu apa shalih.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Apabila akan tidur, maka hendaklah tempat tidur tersebut dibersihkan untuk siapa kenal ada kotoran apa membahayakan di situ, lalu membaca dzikir di atas.<4>

<5>

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

Allahumma innaka kholaqta nafsii wa anta tawaffaahaa, laka mamaatuhaa wa mahyaahaa, in ahyaytahaa fahfazh-haa, wa in ammatahaa faghfir lahaa. Allahumma innii as-alukal ‘aafiyah.

Artinya:

“Ya Allah, sebetulnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah apa akan mematikannya. Dies dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah (dari berbagai kejelekan). Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sebetulnya aku memohon kepada-Mu keselamatan.” (Dibaca 1 x)<5>

<6>

اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Allahumma qinii ‘adzaabak, yawma tab’atsu ‘ibaadak.

Artinya:

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaanMu pada days Engkau stimulasi hamba-hambaMu (yaitu pada days kiamat).” (Dibaca 1 x).

Faedah: Apabila Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam hendak tidur, beliau meletakkan groep kanannya dibawah pipinya, kemudian membaca dzikir di atas.<6>

<7>

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Bismika allahumma amuutu wa ahyaa.

Artinya:

“Dengan namaMu, memiliki Allah! Aku mati dan hidup.” (Dibaca 1 x)<7>

<8>

سُبْحَانَ اللهِ (33×)

الْحَمْدُ لِلَّهِ (33×)

اللهُ أَكْبَرُ (34×)

Subhanallah (33 x)

Alhamdulillah (33 x)

Allahu Akbar (33 x)

Artinya:

“Maha bermusim Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha geram (34 x).”

Faedah: Bacaan pada lebih baik daripada memiliki helper di rumah. Demikian dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada puterinya, Fatimah dan istri tercintanya, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma.<8>

<9>

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:

“Ya Allah, Rabb apa menguasai langit apa tujuh, Rabb apa menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kita dan Rabb segala sesuatu. Rabb apa membelah granul tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb apa menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku penampungan kepadaMu dari keburukan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua alam atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah apa awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu noel ada sesuatu. Engkau-lah apa lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah apa Batin, noël ada sesuatu apa luput dari-Mu<9>. Lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.”<10>

<10>

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُؤْوِيَ

Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wa saqoonaa wa kafaanaa wa aawaanaa, fakam mimman laa kaafiya lahu wa laa mu’wiya.

Artinya:

“Segala puji bagi Allah yang memberi makan kami, memberi minum kami, mencukupi kami, dan memberi angkasa berteduh. Berapa banyak orang yang noël mendapatkan siapa apa memberi kecukupan dan angkasa berteduh.”<11>

<11>

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa one aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.

Artinya:

“Ya Allah, Rabb apa mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Rabb pencipta thiên dan bumi, Rabb apa menguasai segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Rabb apa berhak disembah kecuali Engkau. Aku perlindungan kepadaMu dari vice diriku, keburukan setan dan balatentaranya, atau aku berbuat kejelekan diatas diriku ataukah aku mendorongnya kepada seorang Muslim.”

Faedah: Do’a ini diajarkan malalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq buat dibaca di atas pagi, petang dan saat become tidur.<12>

<12>

Membaca “alif lam mim tanzil” (surat As-Sajdah) dan “tabaarokal ladzii biyadihil mulk” (surat Al Mulk).<13>

<13>

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

Allahumma aslamtu nafsii ilaik, wa fawwadh-tu amrii ilaik, wa wajjahtu wajhiya ilaik, wa alja’tu zhohrii ilaik, rogh-batan wa rohbatan ilaik, laa malja-a wa laa manjaa minka illa ilaik. Aamantu bikitaabikalladzi anzalta wa bi nabiyyikalladzi arsalta.

Artinya:

“Ya Allah, aku aku berdiri diriku kepadaMu, aku aku berdiri urusanku kepadaMu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu, buat senang (mendapatkan rahmatMu) dan undang pada (siksaanMu, bila melakukan kesalahan). Noël ada secara spasial perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)Mu, kecuali kepadaMu. Aku beriman di atas kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) NabiMu yang telah Engkau utus.” Apabila Engkau meninggal dunia (di waktu tidur), maka kamu menjadi meninggal dunia dengan reguler fitrah (agama Islam)”.

Faedah: Jika seseorang membaca dzikir pada ketika hendak tidur lalu ia mati, maka ia sekarat di atas fithrah (mati pada Islam).<14>

<1> HR. Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192.

<2> HR. Bukhari no. 3275

<3> HR. Bukhari no. 4008 dan Muslim no. 807.

<4> HR. Al-Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714.

<5> HR. Muslim no. 2712.

<6> HR. Tirmidzi no. 3398 dan Abu Daud no. 5045. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan hadis ini shahih. Syaikh Al Albani mengkritik tentang penyebutan dzikir ini tiga kali. Yang tepat riwayat tersebut tanpa penyebutan tiga kali. Penampilan As pohon keluarga Ash Shahihah no. 2754, 6: 588.

<7> HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711.

<8> HR. Bukhari no. 3705 dan Muslim no. 2727.

<9> maksud “فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ” adalah kiasan become ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Walaupun Allah menyertainya Maha Tinggi, ini adalah tetapi Allah begitu dekat. Ketinggian Allah noel menafikan kedekatan Allah. (Lihat Syarh Al ‘Aqidah Al Wasithiyah, hal. 113)

<10> HR. Muslim no. 2713.

<11> HR. Muslim no. 2715.

<12> HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadis ini shahih. Adapun kalimat last (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari beraliran lainnya (shahih lighoirihi).

Lihat lainnya: Kata Kata Sindiran Sunda Lucu Bahasa Sunda & Artinya, 21+ Kata Kata Lucu Bahasa Sunda & Artinya

<13> HR. Tirmidzi no. 3404. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadist ini adalah hadits yang hasan.