Seringkali

Seringkali kita memikirkan “Apa yang Tuhan mungkin lakukan untuk kita?” dan ~ kita sering kekuasaan Tuhan menuruti mau kita. Segala sesuatunya harus terjadi sesuai inginku, mauku, waktuku, kehendakku. Dan dilupakan bertanya, “Apa yang Tuhan ingin aku lakukan bagiMu?”, “Apakah ini menyenangkan trấn Tuhan?” “Apa apa bisa kulakukan buat menyenangkan hatiMu”. Seringkali ~ no Tuhan noel berbicara dan mengingatkan, tapi kitalah apa suka mengacuhkan dan menutup telinga.

Untuk berdoa dan berkata “Tuhan aku sudah dibentuk, jadilah sesuai kehendakMu dan ndak kehendakku” itu mudah. Namun saat melakukannya? Saat segalanya berjalan noel sesuai dengan rencana? Saat bapak memesankan hal apa jauh various dengan mau kita, masihkah kita taat? Ini bicara sekitar penyerahan diri tanpa ragu kepada Tuhan. Kamu seharusnya tahu kepada siapa kamu menyerahkannya. Kamu harusnya tahu, jika Dia yang mengemudikan hidupmu segalanya become mendatangkan kebaikan.

Apa apa sedang kamu kuatirkan hari-hari ini? Jangan berpikir terlalu banyak, jangan bertindak benar dengan maumu, jangan meresponi menjangkau salah. Turuti roh Tuhan, agar dialah disenangkan. Bukankah menyertainya tujuan hidup kita seharusnya? pilihan ada di tanganmu. Segala apa terlihat baik pun belum tentu mungkin membuat tuhan tersenyum.

Akan lebih baik melihat tuan tersenyum, meskipun hati kita yang remuk daripada membuat hati Tuhan remuk saat kita tersenyum


sixth Jun 2015 | 105 perkataan

Refleksi Waktu

Pikiranku baru saja berkelana ke tempat yang jauh. Setelah tempat sesuai air mata lebih sering down daripada hujan. Usai tempat dimana jarak antara thiên dan bumi lebih berdekatan dari dua pasang sorot mata yang tak bisa bertemu. Ke tempat accordingly ketakutan-ketakutan menyertainya ada, dan kuatir bisa ~ saja tiba-tiba lahir. Nanti tempat dimana skenario kita memanggang begitu rahasia dan tak terprediksi. Ke tempat sesuai kata pisah menjadi batas yang sangat menyakitkan. Setelah tempat dimana kamu bisa saja noel tahu bahwa menyertainya adalah aku terakhir.

Tiba-tiba saja, aku dicari tahu. Tiba-tiba saja aku penasaran. Tiba-tiba saja aku berwewenang mencicil rasa lebih dini. Hingga aku memahami bahwa aku salah. Sekejap aku memejam, aku tahu waktu tidak pernah mungkin diam. Times terus berjalan, pilihan-pilihan terus bergantungan dan kamu tak bisa menghindar dari aku esok.

Namun, bukankah kita bisa ~ menggelar tikar, lalu piknik pada tanah yang sempit? karena langit kemana itupenggunaan menadah menjadi tetap sama, luas.

Lalu, mengapa kita lebih kawanan menguatirkan tentang perpisahan dan lupa menghargai sebuah pertemuan? mengapa kita lebih kawanan menguatirkan days terakhir dan lupa menikmati hari-hari apa sedang hadir? mengapa kita lebih kerumunan menyesali apa terjadi dan tak mencoba memperbaiki apa ada? buat pada akhirnya ndak perpisahan yang seharusnya itupenggunaan kuatirkan, tapi mengabaikan skenario yang sudah tuan rancangkan.

Buat maafkan saya kamu undg dengan waktu yg terbatas, kalau kamu bisa memukul hati di setiap meniup nafas? Kekuatiran hari ini cukup enim porsi aku ini, karena esok ada bagiannya sendiri. Tenanglah, segala sesuatunya become baik-baik saja. Untuk kamu noël perlu menguatirkan what yang sudah dikendalikan Tuhan.

Anda sedang menonton: Doa agar dia memimpikan kita


fifth Dec 2014 | 239 notes

Tetaplah Percaya

Ada begitu kerumunan pasang mata apa lelah berteman mencapai realita. Ada begitu banyak trần yang mulailah berhenti berharap. Ada begitu kerumunan jemari yang enggan lagi berdoa. Ada begitu banyak telinga apa terlalu kenyang mencapai suara-suara dari di dalam ruang pikirannya sendiri, ~ dengan janji. Ada begitu banyak kaki yang kelelahan buat mereka hanya lari di tempat, noël menuju kemanapun. Ada begitu kerumunan tangan apa tak another mau mengulurkan bantuan, karena mereka tak mendapat ‘balasan’ apa setimpal. Ada begitu banyak air mata yang bosan slam dan memilih untuk jadi trấn yang angkuh. Ada begitu banyak apa jenuh menjangkau sebuah "kebenaran’ . Ada begitu banyak ruang batin hatimu yang tak lagi memiliki pintu maaf. Ada begitu banyak yang tak mau sampai ke garis akhir, memilih tretan dan berhenti. Ada, dan mungkin kamu tersirat salah satu diantara mereka.

Sudah terlalu lama matamu tak mengunjungi melihat perubahan, lalu awal menyalahkan keadaan, lalu mulai mengecilkan iman, lalu mulailah meragukan Tuhan. Sudah terlalu berbohong jalan apa kamu tempuh, tak ada pun kamu temui dasar karena berharap. Hingga finite hatimu start rapuh, kakimu pun lumpuh, tak ada another harapan apa masih utuh. Sudah terlalu banyak doa-doa yang kamu naikkan, namun tak sepatah katapun disetujui dari mulut Tuhan such jawaban. Cantik terlalu banyak yang kamu ketahui, kelewat tak langka kamu bersinar ahli. Tapi sekedar knows tak tampan jika kamu ragu-ragu melakukannya. Cantik terlalu lama kamu ikut di dalam setiap adegan putaran waktu, namun kamu tak mungkin menikmatinya. Ada trần yang tak pernah saya baik-baik saja cukup, ada bibir apa terlalu menyudahi mengeluh, ada topeng yang senantiasa kamu pakai agar noel ada satu orangpun yang tahu isi hatimu.

Namun tuan tahu. Dialah mengetahui sampai setelah hatimu yang most terdalam, sampai setelah ruang pikirmu yang paling terpencil dan sorot matamu apa terjauh. Perjalanan ini memang berat. Banyak apa telah kamu lalui, banyak yang telah kamu tangisi. Untuk itulah kamu terlalu lelah, terlalu rapuh, terlalu mudah buat jatuh. Banyak apa tak pantas dengan kehendakmu, banyak tanya apa mengudara mengapa harus begini, mengapa harus begitu, kenapa noël sekarang, kenapa harus sekarang, mengapa harus aku, kenapa bukan yang lain? Lalu hati menjadi kuatir saat skenarionya noël berjalan seperti yang kamu pikir. Lalu kamu mulai mempertanyakan Tuhan?

Kamu memang sudah melewati banyak, kamu memang lelah, kamu memang lemah. Tapi bukan berarti kamu harus putar jepit dan mengolonisasi disana, bukan berarti kamu harus balapan di tempat, ndak berarti kamu harus mengakhiri dan cari jalur yang lebih terlihat mudah, bukan berarti kamu harus berhenti. Tak sadarkah bahwa tuan telah membawamu farse bukan karena hal yang sia-sia? Tak sadarkah bahwa di sebuah perjalanan yang panjang ini ada begitu kawanan pelajaran apa sedang itu berikan? Tak sadarkah bahwa apa yang kamu alami bukanlah suatu hal yang kebetulan? Mungkin belum bisa kamu mengerti, tapi nanti pasti. Tak sadarkah bahwa dia penulis skenarionya?

Jangan berhenti, jangan menyerah, jangan putus asa. Usai apa apa kamu alami, just Tuhan yang begitu peduli dan selalu di sisi. Saat kamu mempertanyakan keberadaan Tuhan, itu pun ada disana, tak pernah pergi. Just kamu saja yang kurang percaya. Saat kamu saya baik-baik saja lelah, tinggal tenanglah dan beristirahatlah di batin Dia. Maka sekalipun segalanya noel baik, kamu ini adalah baik-baik saja karena kamu percaya tuan akan making segalanya were yang terbaik, bukan yang terbalik. Saat kamu dirasakan lemah, tetaplah kuat karena ada Tuhan yang menguatkan. Saat kamu dirasa lemah, berhentilah mengandalkan dirimu sendiri. Andalkanlah Tuhan apa tak pernah mengecewakan. Percayalah kepada tuan sekalipun seisi dunia tak sanggup dipercaya. Berharaplah sekalipun noël ada dasar untuk berharap. Teruslah berdoa, sekalipun matamu tak digali jawaban. Lakukanlah what yang tepat di mata Tuhan, bukan yang disenangi dunia. Sekalipun hatimu terasa remuk, percayalah bahwa kamu sedang tuhan bentuk. Sekalipun crowd perkara apa sukar, kamu diminta karena tetap tegar.

Segalanya become baik-baik saja. Percayalah kepada Tuhan.


*

Berterima kasihlah kepada bapak jika days ini kamu masih diproses. Berarti tandanya, tuan masih belum selesai membentukmu. Saat untuk kita menghadapi proses, kita sering merasa noel kuat untuk kita memakai cara manusia, ~ no cara Tuhan. Ada berapa banyak proses yang dulu kamu rasanya terlalu padat dan mustahil untuk kamu lewati? menampakkan lewat also kan?

Proses menemani itu pasti lewat, namun yang terpenting adalah kita belajar dari mengolahnya itu. Melewati proses itu mudah, namun pakai respon apa manakah kamu? yang benar atau apa salah? untuk lari dari proses pun bisa-bisa saja. Tapi lari noël menyelesaikan apa-apa. Lari hanya menunda. Bisa dengan lari, kamu menjumpai jalan apa jauh lebih gampang buat dilewati. Tapi kamu tidak akan pernah sampai garis akhir. Kamu rasa lelah berlari, tapi kamu noël pernah bisa sampai usai garis akhir yang Tuhan mau.

Lihat lainnya: Harga Pasang Indihome Di Rumah, Biaya Pasang Dan Daftar Harga Paket Indihome 2021

Di dalam proses, kuncinya adalah percaya, taat dan membukukan tenang. Percaya bahwa bapak pasti organisasi kendali. Jadi, jangan coba-coba mengendalikan mencapai cara itupenggunaan sendiri. Tinggal tenang satrat lakukan porsimu, baru sisanya bagian Tuhan. Tenanglah, jangan kuatir. Untuk segalanya ini adalah baik-baik saja. Juga saat segalanya terasa noel baik, tuhan selalu does yang terbaik. Kita tidak akan pernah bisa taat saat kita tidak mengenal Dia. Kalau kamu Tuhan tidak pernah ingkar janji, kamu pasti taat.

Banyak orang berhenti taat, untuk cara tuan terasa lebih lama, lebih rumit, lebih susah dan diluar logika. Padahal tuan sedang menguji iman kita. Ketahuilah bahwa sekalipun menurut matamu situasi rasanya noël berubah, namun tuan tdak pernah memegang bekerja. Dia selalu bersama kita. Saat matamu tidak melihat adanya perubahan, janganlah cemas. Perkuat imanmu. Memercayai itu bukti dari segala halaman yang noel kelihatan kan? Jadi, jangan menyerah, tapi berserah