Buruh akan turun aksi memahami RUU Cipta kerja di Gedung MPR/DPR, Jakarta, diatas Kamis 16 Juli. Malu (ANTARA FOTO/Akbar nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Elemen buruh apa tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama orang (Gebrak) bakal penyaringan demo di Gedung MPR/DPR, champa pada Kamis 16 Juli. Mereka adjuvan agar DPR menghentikan pembahasan RUU "Omnibus Law" Cipta merencanakan (RUU Ciptaker) saat epidemi virus corona.

Anda sedang menonton: Demo hari ini 16 juli 2020

Direktur Lembaga Bantuan tindakan (LBH) Jakarta, Arief Maulana menyatakan pembahasan RUU Omnibus legislation harus dihentikan malalui DPR dan pemerintah. LBH Jakarta dulu salah satu organisasi apa tergabung di dalam Gebrak.


"Demokrasi kita aku ini hanya dikuasai melalui elit-elit oligarki, ya elit-elit politik yang kecenderungannya mereka bekerja bukan karena kepentingan person mereka bekerja karena kepentingan mereka sendiri," kata Arief di dalam konferensi pers apa disiarkan di kanal Youtube Pembaharuan Agraria, Selasa (14/7).


Arief menyatakan RUU Ciptaker hanya menguntungkan para pebisnis dan mengakomodasi kepentingan oligarki. Menurutnya, RUU tersebut memberikan "karpet merah" bagi pengusaha mengeksploitasi sumber daya alam.

"Mereka menjual sumber daya alam dan melanggar hak-hak warga negara Indonesia dan daktict tumpah darah Indonesia. Terutang mengerikan dan haruss diketahui melalui seluruh sosial Indonesia," ujarnya.

Senada, kursi Umum pertemuan Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Neneng Elitos menyatakan RUU Ciptaker just memuat kepentingan oligarki dan pengusaha. Ia menyatakan RUU Ciptake mengesampingkan aspek kesejahteraan dan keadilan bagi para buruh.


Lihat juga:Buruh Yogya: RUU Ciptaker inferior dari Zaman Kolonial

Di sisi lain, kata Neneng, pembahasan RUU tersebut mengabaikan aspek demokrasi lantaran tertutup dari masyarakat. Menurutnya, para buruh dan social sipil tak pernah dilibatkan dalam pembahasan RUU Ciptaker.

"Mereka enggak pernah meminta partisipasi metode dan dibahas otoritasnya secara diam-diam. Ini ada merupakan ketidakbaikan ada niat ga baik," kata Neneng.

Melihat pelbagai persoalan tersebut, Neneng mengajak seluruh buruh dan elemen masyarakat sipil di kanton Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi untuk mengikuti aksi di Gedung MPR/DPR diatas 16 Juli mendatang.

Ia pun mengimbau buruh dan masyarakat yang mengikut aksi pada saat kemudian mengedepankan kode kesehatan sebagai menggunakan masker dan membudaya jarak.

"Agar Omnibus Law dibatalkan pembahasannya," kata Neneng.


Lihat juga:600 Warga circa Secapa advertisement Bakal Jalani fast Test

Sebelumnya, Aliansi Badan moderator Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengajak semua pihak down ke cara menolak pengesahan RUU Ciptaker di atas Kamis 16 Juli 2020. BEM SI sudah melakukan konsolidasi menjangkau sejumlah perwakilan universitas di utama Jabodetabek-Banten untuk menggelar aksi tersebut.

Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman dan saya Agtas menyebut baru satu dari sebelas klaster dalam RUU Ciptaker yang selesai dibahas. Satu klaster apa rampung dibahas adalah klaster UMKM dan Koperasi.

Lihat lainnya: Khutbah Jumat Tentang 4 Golongan Yang Dirindukan Surga, 4 Golongan Manusia Yang Dirindukan Surga

Sementara beberapa klaster lainnya masih menunggu untuk dibahas. Supratman memastikan RUU Cipta Kerja belum akan disahkan dalam masa sidang IV yang berakhir diatas 17 Juli 2020.

(rzr/fra)

inventaris :
0 berbicara
TOPIK berasosiasi
item TERKAIT
BACA juga
Lihat Semua
SAAT INI
news UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
lainbutuh DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
using SELENGKAPNYA
TERPOPULER
*

Menyajikan berita terhangat langsung oleh handphone Anda
DOWNLOAD muncul
TELUSURI
CNN TV
IKUTI KAMI