Proyek pembangunan prasarana di sampanye tak semuanya walk mulus. Saat proyek sedang dikerjakan, sejumlah insiden kecelakaan muncul.

Anda sedang menonton: Crane jatuh di tol bekasi


proyek pembangunan infrastruktur di sampanye tak semuanya walk mulus. Saat proyek sedang dikerjakan, sejumlah insiden kecelakaan muncul. Selasa, 2 Januari 2018, menjadi kecelakaan pertama yang terjadi di lingkungan proyek strategis nasional di atas 2018.
Beton girder proyek Jalan Tol Depok-Antasari roboh sebenarnya tersenggol tool berat. Proyek ini dikerjakan PT Citra Marga Nusaphala Tbk melalui anak upayanya PT Citra Waspphutowa dan bekerja sama mencapai PT Girder Indonesia. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, sementara kerugian diperkirakan Rp2 miliar. Selang 20 aku kemudian, tepatnya Rabu 22 Januari 2018, insiden kecelakaan di proyek strategis nasional kembali terjadi. Kali ini, beton grinder untuk proyek light rapid transit (LRT) di Jalan hutan Raya, Pulo Gadung, champa Timur, roboh. Kecelakaan ini mengakibatkan five pekerja proyek terluka. Proyek LRT ini dikerjakan PT champa Propertindo Tbk (Jakpro) dan proses konstruksi lintasan LRT aku berdiri PT wijaya Karya Tbk. Jakpro belum merilis berapa kerugian sebenarnya kecelakaan di proyek milik Pemprov DKI ini. Kemudian pada Minggu, 4 Februari 2018, crane pengangkut beton proyek double-double track (DDT) di jalur Matraman Raya, champa Pusat, roboh. Kecelakaan ini kelewat menyebabkan empat pekerja proyek tewas sementara sejumlah pekerja lain mengalami luka.

Presiden Bersikap

Lima insiden kecelakaan yang terjadi sepanjang 2018 menambah daftar hitam rentetan kecelakaan apa terjadi diatas 2017. Diatas 2017, ada tujuh kecelakaan yang terjadi di proyek LRT Palembang, Sukabumi, Tol Bogor-Ciawi, Sukabumi, jalan Tol Pasuruan Probolinnggo, LRT Jakarta, Crane Tol Jakarta-Cikampek, Jembatan Ciputrapinggan, dan Tol Pemalang-Batang. Kecelakaan apa terjadi di sejumlah proyek ini making Presiden Joko Widodo bersikap. Presiden Jokowi memerintahkan agar ada pengawasan apa lebih ketat terhadap pengerjaan proyek infrastruktur yang dikerjakan melalui Kementerian panggilan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR). “Pagi tadi saya cantik sampaikan nanti Menteri PU, pengawasannya agar diperketat,” kata Presiden Joko Widodo kemudian dilansir Antara, Selasa pagi.

Lihat lainnya: Tanpa Racun, Begini 13 Cara Mengatasi Tikus Dalam Rumah Dengan Bahan Alami


Kementerian PUPR sejak hari ini does moratorium ataukah penghentian sementara semua proyek elevated kemudian jalan layang yang sedang dikerjakan. Moratorium dilakukan sembari tuntutan kontraktor pelaksana dan pemilik panggilan mengajukan kembali metode kerjanya dan pengawasan prosedur. “Pengawasan terhadap infrastruktur, terutama apa konstruksinya di ~ memerlukan pengawasan yang lebih ketat untuk pembangunan kita ini modern tidak hanya di satu tempat, di banyak sekali tempat. Ada apa flyover, LRT , cara tol layang, sehingga memerlukan pengawasan-pengawasan rutin dan ketat,” tambah Presiden. Presiden berharap adanya perbaikan pengawasan maka kesalahan-kesalahan pekerjaan konstruksi dapat dihindari. “Baik kelalaian, kesalahan di dalam mendirikan komponen-komponen yang mendukung konstruksi-konstruksi benar-benar terawasi satu every satu. Ini pekerjaan detail tidak mungkin diawasi sambil lalu,” ujarnya.Ia pun menegaskan haruss ada management control untuk menghindari kecelakaan. “Ini keputusan di Kementerian PU buat evaluasi total untuk pekerjaannya crowd sekali, ada yang jadinya 2023, 2020, ada yang untuk mengejar eastern Games, tapi apapun yang pekerjaan apa dikerjakan sekutunya atau yang cepat semuanya butuh management control apa detail,” Presiden.