Diwajibkannya shalat jum’at di ~ setiap hari jum’at seperti pengganti shalat dzuhur secara noël langsung bahwa hari tersebut memiliki keunggulan lebih di banding enam aku lainnya, kelewat di katakan bahwa jum’at were sayyidul ayyam atau rajanya hari. Lebih lanjut lagi, tata cara dari pelaksanaan sholat jum’at ini also berbeda dengan di ~ umumnya bagaimana harus di lakukan secara berjamaah mencapai ketentuan-ketentuan tertentu serta adanya dua khutbah yang di lakukan sebelum di mulailah shalat.

Anda sedang menonton: Contoh naskah khutbah shalat jumat lengkap

Kedudukan khutbah pada setiap shalat jum’at sangatlah penting dan noël boleh di tinggalkan sebegaimana juga khutbah idul adha. Bahkan karena begitu importance khutbah ini, maka seluruh jamaah di larang untuk berbicara atau does aktivitas lain selama khatib sedang berkhutbah dan apabila berbicara maka batal shalat jum’atnya. Sebagaimana tercantum dala salah satu hadist Bukhari Dan Muslim yang Artinya : Jika engkau berkata kepada kawanmu “diamlah!”, pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah mengatakan notes sia-sia.


Pernyataan pentingnya untuk menyimak khutbah secara baik dan noël boleh beraktivitas lain, harus dulu PR cukup bagi semua orang apa sudah mengetahui kedudukan khutbah, karena di sadari ataukah tidak, noel sedikit dari sebagian masyarakat selagi melaksanakan sholat jum’at ataukah khatib sedang khutbah mereka ada di antaranya yang berbicara dengan temannya, bergurau dan apa lainnya. Nah sebaiknya hal ini harus benar-benar di ingatkan kepada jamaah sebelum di mulainya sholat jum’at.

*

Khutbah I


اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah…Marilah di dalam khutbah kali ini kita bersama-sama memwasiatkan diri kita masing-masing untuk meningkatkan ketakwaan kita. Kawanan jalan karena meraih ketaqwaan. Noël harus jalan apa berliku dan terjal, tapi pilihlah jalan yang landai menyundul taqwa. Jalan menuju taqwa tidak hanya dengan berdzikir sepanjang malam, berpuasa sepanjang hari, ataupun bersedekah menjangkau harta apa berlimpah. Pilihlah jalan apa mudah menuju ambil dan salah satunya mencapai berlaku jujur. Insyaallah kita ini adalah menemukan ketaqwaan didalamnya.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah…Dalam Islam, jujur ataukah kejujuran adalah sebuah amanat yang mesti dipenuhi batin menjalani kehidupan umat ​​manusia di dunia. Kejujuran adalah sebuah pilihan. Untuk kejujuran adalah satu sisi mata uang dengan ketidak jujuran. Selagi kita memilih karena bertindak jujur berarti kita berhasilkan memukul ketidak jujuran. Dan sebaliknya kekitka kita noël jujur berarti kita membelakangi kejujuran.

Kejujuran yang kita andaikan berada di jalur ”kanan lurus” memiliki kerumunan sekali lawan kata (antonim) di beraliran ”kiri menyimpang”, seperti (ber)bohong , (ber)hianat, (men)tipu, curang, alias ”tidak jujur” apa dapat hinggap di setiap aspek/dimensi manusia. Rakyat dapat berkata bohong, artinya noël jujur; berbuat hianat, artinya noël setia atau noël menepati kesepakatan; tindakan menipu, artinya dicari mengelabui since semula; dan berlaku curang, artinya tidak menepati peraturan atau ketentuan. Artinya jujur dapat berlaku diatas ucapan, perbuatan maupun sikap.

Jujur secara baku dapat diartikan sebagai ”mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi apa sesuai realitas dan kebenaran”. Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau what yang dibicarakan seseorang dengan sebenarnya dan kenyataan apa terjadi. Bila berpatokan di ~ arti kata apa baku dan larafiah maka jika seseorang berkata noel sesuai dengan kebenaran dan realitas atau noël mengakui suatu halaman sesuai apa sebenarnya, maka orang tersebut siap dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya. Bahkan Allah swt. Melalui saga Rasulullah saw menjelaskan betapa arti kejujuran dan betapa pedihnya siksa apa dijanjikan-Nya, maafkan saya lagi jika itu berhubungan dengan kepentingan umat:

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَغُلَّ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

Tidak could seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa apa berkhianat batin urusan rampasan kediktatoran itu, maka pada aku kiamat ia become datang membawa apa apa dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri menjadi diberi pembalasan tentang what yang ia kerjakan mencapai (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.

Nah… sekarang para Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah…Bagaimanakah kalau pengetahuan apa dijadikan landasan ucapan dan perbuatannya ternyata noël sesuai mencapai kenyataan, artinya pengetahuannya salah? Di sinilah fungsi agama berlaku. Contoh mudah saja, misalnya seseorang ragu dan mengatakan bahwa ia memiliki sepuluh pasang sepatu dirumahnya, ternyata kapan dicek dan dihitung, sepatu yang menjadi miliknya di rumahnya berjumlah dua belas, apakah setiap orang ini berbohong?Maka Islam sebagai agama apa memiliki pijakan dasar diatas kemanusiaan, terlebih dahulu menggarisbawahi kasus semacam ini diatas ungkapan:

وما شهدنا إلا بما علمنا

(kita noël akan bersaksi kecuali terhadap sesuatu apa telah kita ketahui). Sampai di sini, jika kita tidak mengerti terhadap sesuatu dan ditanyai oleh people lain, maka garis yang harus diikuti adalah mengakui ketidaktahuan atau ”diam”, di dalam arti noël ikut berpolemik yang justru become menjadikan segalanya semakin keruh. Dalam hal ini berlaku kaidah

السكوت سلامة

(diam adalah keselamatan). Buat jika untuk kita memakasakan diri karena iikut berpendapat, padahal kita noël mengerti, maka ketidajujuran ini adalah terjadi. Akibatnya dapat berupa fitnah (mencelakai) terhadap rakyat lain atau bentuk-bentuk apa lain seperti kerugian di atas masyarakat dan menguntungkan para penjahat. Juga justru dapat menjadi bumerang yang mencelakai diri sendiri.

Namun konvensional persoalan ndak terjadi di dalam kondisi semacam ini, melainkan kondisi-kondisi yang sebaliknyalah yang menjadikan kejujuran itupenggunaan benar-benar diuji. Yakni jika itupenggunaan mengetahui, menyaksikan dan mengalami atau melakukan sendiri ketidakjujuran, kecurangan-kecurangan atau penipuan-penipuan, beranikah kita menyatakannya secara jujur? Sementara secara normal batin kondisi ini, jujur ini adalah berakibat ”negatif” secara duniawi bagi diri, keluarga, dan dicuri kita sendiri. Terutama akhir-akhir ini.Contoh fenomenal yang most ”gress” adalah sebuah ungkapan kejujuran yang harus dibayarkan mahal oleh para guru di dunia pendidikan Indonesia saat ini. Koknya nasib para guru yang berani membongkar kejahatan UN di sekolah masing-masing? bagaimana nasib guru yang berani membongkar keburukan di IPDN? Dan bagaimana itu? nasib para guru apa membela sekolah dari penggusuran malalui unsur-unsur komersial? Serta bagaimana nasib para pegawai yang berusaha jujur untuk sekedar noel mau diajak bersama-sama menikmati hasil-hasil korupsi? Seakan dalam kondisi-kondisi semacam ini, kejujuran justru berkorelasi (akrab/biasanya berakhir) menjangkau kerugian, kehancuran atau ketidaknyamanan diri sendiri.

Guru-guru dituntut such pencemar nama baik sekolah mereka personally dan diberhentikan untuk berbicara dengan jujur circa hal-hal yang bertentangan mencapai nurani mereka. Padahal yang mereka ungkapkan sebanarnya sudah ~ no lagi rahasia, bahwa terjadi kecurangan di mana-mana, terutama batin masalah UN, diare rahasia, paling banter adalah rahasia umum. Hampir semua pelaku (praktisi) di dunia pendidikan mengetahui realitas ini, namun hanya beberapa gelintir dari mereka apa menyuarakannya. Seakan mereka membuta pendengaran dinonaktifkan dan sekalian membisu terhadap segala apa terjadi di lingkungannya mereka.

Tentu saja, alasannya yang paling mendasari sikap mereka ini adalah : kalau ~ no mereka terlibat ataukah mendukung, konvensional ya, menyertainya tadi, lebih dikarenakan memprotek diri sendiri, melindungi diri, ataukah memilih aman dengan berdiam ourselves dan membiarkan segalanya terjadi seperti sebuah kelumrahan. Dari sinilah, kejujuran menjadi sesuatu yang sangat mahal dan beresiko tinggi. Crowd anggapan yang berkembang dulu sebuah adagium (ungkapan) ”kejujuran sama mencapai kehancuran”. Maka agar selamat, orang-orang bersepakat untuk tidak harus lagi jujur, atau harus menanggung mempertaruhkan buruk.

Saudara sekalian Jama’ah Jum’ah yang dirahamti Allah…Benarkah kapak semacam ini? Jawabnya adalah benar. Yah, benar-benar memprihatinkan. Begitu banyak, begitu banyak lagi benar-benar memprihatinkan. Bahwa kejujuran merupakan pintu menuju kehancuran. Setidaknya di Indonesia apa merupakan country besar, berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa. Selain itu Indonesia merupakan negara apa kaya become sumber daya alam. Seolah negara ini merupakan negara apa sempurna untuk ditinggali dan noël akan habis kekayaannya. Meskipun, penduduknya hidup dalam lingkungan apa dipenuhi oleh ketidakjujuran; batin segala bentuk, di dalam segala aspek dan di dalam segala lintas kamarnya dan waktu.

Benarkah demikian? tentu saja tidak. Padahal tidak demikian sebenarnya. Meskipun Indonesia kaya secara fisik, namun Indonesia mendesak miskin di dalam hal secara mitologis (moral). Baik di tingkal bawah, kemudian para pekerja, kuli, buruh, dan pegawai bawahan; di tingkat menengah such para pengusaha, pedagang, pengusaha dan intelektual; maupun di tingkat elit bangsa sebagai para anggota DPR/D maupun elit eksekutif. Selalu ada pejabat yang melakukan praktek korupsi. Mereka kebanyakan melakukannya mencapai dalih pembangunan negara. Padahal dana yang digunakan kebanyakan diselewengkan malalui pejabat apa bertugas di dalamnya. Mereka mampu mengais benefit dibalik kesengsaraan rakyatnya. Di saat semua rakyat menangis melihat rumahnya tenggelam melalui luapan lumpur, banjir, untuk melepaskan panen ataukah melambungnya harga-harga kebutuhan pokok, terutama pendidikan. Para pejabat tertawa dengan santainya sembari mengayunkan uang apa berhasil mereka raup tujuan dari kebohongan yang mereka buat.

Maka jika kondisi telah sedemikian mengenaskan, saudara-daudara…tiada apapun apa dapat mengatasi keadaan selain masyarakat itu sendiri. Dari mana? Saya lebih sepakat dari dalam, yah, dari di dalam diri sosial itu sendiri. Lalu apakah, yang ada dalam diri masyarakat Indonesia? Saya saya setuju bahwa apa terdalam pada diri social Indonesia adalah moral (agama). Mengapa?

Karena agama telah dulu darah daging dari permulaan kelahiran sosial Indonesia, sejak sebelum bernama Indonesia, bahkan sejak sebelum mereka mengenal nama-nama agama. Always ada kesadaran buat mempercayai ”kekuatan lain” apa lebih berkuasa atas segala kejadian di dunia. Maka setelah, kini negara Indonesia lives di alam agama, bagaimana itu? agama terbesar adalah Islam, maka religius Islam harus dapat ditempatkan back di jantung setiap diri negara Indonesia. Di dalam hal ini adalah heart kejujuran. Social harus back meyakini kejujuran sebagai amanah agama yang dapat membawa kebahagiaan bukan hanya di dunia, melainkan juga di akhirat kelak.

Hal ini dikarenakan mayoritas social hampir-hampir tidak lagi mem-percayai piring dunia apa terlalu menyudahi dibeli. Sementara pengadilan Allah tidak mungkin diselesaikan dengan tidak punya ”kejujuran” (perhitungan tepat). Siapa yang bersalah, dialah apa akan dihukum, siapa yang berbuat saleh dialah apa akan resepsi penghargaan Allah. Noel akan meleset.

Para pendengar Jama’ah Jum’ah apa MuliaMarilah untuk kita akhiri khutbah ini mencapai bersama-sama merenungkan sabda Rasulullah saw. , ”Hendaklah kami senantiasa berpegang di atas kejujuran, untuk kejujuran menuntun di atas kebaikan yang berujung di surga (kebahagiaan). Dan janganlah sekali-kali kalian menghamba di ~ kebohongan, untuk kebohongan menuntun untuk kita pada ragum yang berujung di neraka (kesengsaraan)” (HR. Bukhari Muslim).

Lihat lainnya: Kisi Kisi Soal Cpns 2019 App Ranking And Store Data, Soal Cat Cpns 2019 App Ranking And Store Data

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Itulah deviasi satu dari catatan khutbah jum’at apa bisa di jadikan such bahan bagi para khotib apa sedang membutuhkannya. Silahkan pelajari dengan cecaire dan digunakan sebijak-bijaknya. Mohon permisi jika ada kekurangan atau kesalahan dalam penukusannya, buat lebih lanjut memahami seputar khutbah,silahkan cari juga informasi apa berhubungan dengan contoh teks khutbah jum’at kilade pilihan 1 lembar duluan dan kedua pdf lengkap sekitar kejujuran menjangkau doa terbaru kebersihan bulan sya’ban pasca di atas ramadhan nu syawal an apa lainnya.