Lagi pusing nyari ide untuk naskah drama? menampakkan saya menjadi berbagi kepada agan-agan tentang naskah drama . Pemainnya cukup kawanan 4 – 6 orang . Mari di simak ceritanya . . .

Anda sedang menonton: Cerita rakyat untuk 6 orang

Legenda batu Menangis (Cerita rakyat Kalimantan )Alkisah, disebuah bukit apa jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda mempersenjatai dan seorang anak gadisnya.Anak gadis janda akun itu bernama Darmi, rupanya sangat viip jelita. Namun sayang, ia mempunyai tua yang amat buruk. Gadis akun itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya does pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.


Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia demands sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya apa miskin, setiap days harus membanting tulang mencari sesuap nasi.Suatu hari, sebagai biasa gadis menemani itu mengurung dirinya di di dalam kamarnya. Ia tak mau matahari membongkar kulitnya. Ia ragu-ragu debu-debu mengotori wajahnya.

Darmi : “Ibuuuu…!”(Dengan volume yang keras)Sang medang tergesa-gesa menghampiri putrinya.

Darmi : “Bukankah siap berulang kali aku bilang bahwa setiap aku bangun medang harus cantik menata kamar ini hingga rapi, menyediakan lulur, waiting hangat, dan membuatkan minuman sari buah untukku…?” (ekspresi marah)

Ibu : (dengan ton pelan) “kamu itu sudah besar, nak. Kamu bisa mengerjakan semua itu sendiri.”

Darmi :“Ibu kan tahu, aku lainnya sibuk,”Sang ibu hanya mengelus dada. Hatinya gelisah. Kesibukan mempercantik diri, hanya itulah apa selalu dilakukan putrinya apa pemalas itu.Matahari mulai memancarkan sinarnya . Sang ibu mulailah bersiap-siap untuk berangkat usai sawah untuk bekerja, ia noël lupa mengajak darmi karena membantunya di sawah.

Ibu: Darmi . . .Ayo tolong ibu bekerja di sawah(sambil mengetuk pintu kamar darmi)Darmi : noël bu . . ., setelah itu kalo kuku dan kulit ku kotor gimana?


Ibu : maafkan saya kamu tidak kasihan sama medang nak ? (dengan ton iba)Darmi : saya another dandan bu . .(sibuk merias wajahnya)Akhirnya sang medang pergi kesawah sendirian. Ke Ibu pulang dari persawahan . Darmi secepatnya menghampirinya

Ibu: ibu pulang . .(dengan volume lelah)

Darmi : Upahnya mana ? (sambil mencari-cari mata uang upah ibunya di pakaian ibunya ,dan di temukan uangnya di dalam genggaman tangan ibunya)

Darmi : nahh ini dia. .(dengan wajah senang sambil menunjuk uang)

Ibu: ”Jangan, Nak! mata uang itu karena membeli beras,” ujar sang Ibu.

Darmi : Bedak ku habis bu, mesti beli apa baru

Ibu : kamu itu memanggang anak bisanya cuma bertanya aja, tapi noël pernah mau bekerja (dengan kesal)Meskipun marah, sang tengah tetap memberikan mata uang itu kepada Darmi. Keesokan harinya, selama ibunya pulang dari bekerja, si Darmi meminta lainnya uang upah apa diperoleh ibunya karena membeli alat kecantikannya apa lain. Keadaan akun itu terjadi setiap hari.Suatu hari, sang medang menagenbolaonline.orgba karena membujuk anak laki-lakinya agar mulai mengubah tabiat buruknya.

Darmi : bu, mana uangnya?

ibu : nak.. agenbolaonline.orgba kamu tolong ibu di sawah.

Darmi : what sih bu?

Ibu : ibu kan siap tua, jika medang dipanggil oleh tuhan maka medang tak khawatir another engkau bisa ~ mengurusi dirimu sendiri. Itupenggunaan itu people miskin, untuk kita harus firmicutes bekerja karena bisa makan. (di ruang tamu)


Baca juga : Pengertian Sangketa Internasional

Darmi :(sibuk melentik modernkan kukunya) siapa suruh enim orang miskin. Lainnya pula Aku tidak pernah bertanya tentang kamu enim ibuku. . (ketus sang gadis)Ibu pun sedih mendengarkan ucapan yang terlontar dari mulut anaknya sendiri

Ibu : Baiklah, Anakku. Ibu hanya memohon agar kamu noël mengurung diri di rumah. Kenalilah lingkunganmu agar ibu tenang jika suatu saat dipanggil Tuhan. ( menjangkau sabar )Hari berganti hari. Terbatas sang anak mau menuruti wasiatnya ibunya. Ia noël keberatan karena ke mana pun together sang ibu. . Tapi anaknya ini profil sebuah syarat bahwa ibunya noel diperbolehkan karena mengakui bahwa ia adalah ibunya di dokter umum. Kemudian seorang ibu tentulah hatinya teriris mendengarkan itu. Namun sang ibupun menyetujuinya.

Hingga, di atas suatu days anak gadis itu diajak ibunya down ke desa untuk berbelanja di pasar apa letaknya kurang sopan dari tempat tinggal mereka. Anak gadis itu walk melenggang dengan pakai pakaian yang bagus dan bersolek agar rakyat dijalan apa melihatnya beagenbolaonline.orgme mengagumi kecantikannya.Ketika mereka mulailah memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan, kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa apa tak puas-puasnya memandang permukaanbutuh gadis itu.Namun selagi melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh perbedaan keadaannya. Bab itu untuk membuat orang bertanya-tanya.

Pemuda 1 : eeh eeh , agenbolaonline.orgba liat perempuan itu , viip sekali kan? (sambil mengagumi)

Pemuda 2 : iyaiya benar. Wanita itu bagai bidadari surga, elok parasnya, tak sanggup aku menahan karena menatap keindahannya.

Pemuda 1 : iya , bahkan perempuan itu lebih viip daripada bunga mawar

Pemuda 2 : rasa aku tertarik buat mengenalnya. .

Pemuda 1: eeh , tapi apa di belakangnya itu siapa ?

Pemuda 2: entahlah, siapa ya itu itu? (sambil berlari)

Pemuda 1 : heh heh, kamu mau kemana?

Pemuda 2 : mau kenalanlah.

Pemuda 1 : eh aku ikut, ikut ikut

Dilain sisi , para perempuan pun turut membicarakan kehadiran mereka

Perempuan 1 :Murti, kamu liat noel wanita başı yang di belakang gadis viip itu ?

Perempuan 2 : iya kak aku melihatnya, kasian yaa ….

Perempuan 1: sungguh sangat kasian miliki , siapakah dialah sambil bawa keranjang belanjaan di belakang wanita viip itu?

Perempuan 2 :apakah mungkin dia akun itu . . .(sambil berfikir)

Perempuan 1: ssstt!! Jangan berfikir yang macam-macam, gak boleh. Menduga itu tidak baik!

Perempuan 2: eehm , iya baiklah kak

Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan tanya kepada gadis itu

Pemuda 1 : hay vip , Siapa yang berjalan dibelakangmu itu? Apakah menyertainya ibumu? (penasaran)

Darmi : Bukan, bukan,(mendongakan kepalanya) itu itu budak!( dengan ton lembut kemudian kencang)

Pemuda 2 : Hai, manis. Yakin dia itu ndak ibumu? (penasaran)Darmi : bukan! sudah ku bilang dia itu budak! trete sana! (Darmi menendang ibu)

Perempuan 1 : astaga, jangan begitu (perempuan tolong si ibu karena berdiri)

Perempuan 2 : iya! Hargai setiap orang lainlah. Walaupun dia itu budakmu, tapi dia also manusia!Alangkah terlukanya sang ibu mendengarkan itu. Hatinya menangis dan ia benar-benar tak mengizinkan menahan sakit hatinya. Ia berbisik dan memohon kepada Tuhan.Akhirnya si medang pun berdoa

Ibu : ya Tuhan, hamba tak kokoh menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, bapak hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….( sambil menangis dan menjerit )Atas kekuasaan Tuhan apa Maha Esa, perlahan-lahan berbadan gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu berawalan dari kaki. Kapan perubahan menyertainya telah dengan setengah badan, anak gadis akun itu menangis memohon memaafkan kepada ibunya.Darmi :Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu.. (merintih dan menangis )


Baca juga : Pengertian Games

Ibu : maafkan medang nak..

Darmi : Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Menjadi tetapi, judul telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah dulu batu. Sekalipun were batu, namun orang dapat lanskap bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, sebagai sedang menangis. Oleh karena itu, rock yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya menemani itu disebut ” rock Menangis”

Dongeng person (Cerita Pendek rock Menangis)

Di sebuah desa terpencil, tinggallah seorang gadis dan ibunya. Gadis menemani itu cantik, tapi sayangnya ia mendesak malas. Ia sama sekian tak mau help ibunya search nafkah. Setiap days gadis itu hanya berdandan dan menghormati kecantikannya di cermin. Selain malas, gadis akun itu pun tambahan manja. Apa pun yang dimintanya, harus always dikabulkan. Tentu saja keadaan ini produksi ibunya sangat sedih.

Suatu hari, ibunya meminta anak gadisnya menemaninya nanti pasar. “Boleh saja, tapi aku tak mau walk bersama-sama menjangkau Ibu. Ibu harus walk di belakangku,” katanya. Walaupun sedih, ibunya mengiyakan. Maka berjalanlah mereka setia menuruni bukit beriringan. Sang gadis walk di depan, sang ibu walk di belakang sambil membawa keranjang.

Walaupun mereka medang dan anak, mereka kelihatan berbeda. Seolah-olah mereka bukan berasal dari keluarga apa sama. Bagaimana tidak? anaknya yang cantik berpakaian mendesak bagus. Sedang ibunya kelihatan perilaku dan berpakaian mendesak sederhana.Di perjalanan, ada people menyapa mereka. “Hai gadis cantik, apakah orang yang di belakangmu ibumu?” tanya orang itu. “Tentu saja bukan. Itu adalah pembantuku,” kata gadis itu. Betapa sedihnya ibunya mendengarnya. Tapi dia just diam. Hatinya menangis. Begitulah terus menerus. Setiap ada orang yang menyapa dan menanyakan siapa wanita tua yang bersamanya, si gadis always menjawab itu pembantunya.

Lama-lama sang tengah sakit hatinya. Ia pun berdoa . “Ya, Tuhan, hukumlah anak yang tak knows berterima kasih ini,” katanya. Doa medang itu pun didengarnya. Pelan-pelan, feet gadis akun itu berubah menjadi batu. Perubahan menemani itu terjadi dari feet ke atas. “Ibu, ibu! Ampuni saya. Ampuni saya!” serunya panik. Gadis itu terus menangis dan menangis. Namun alles terlambat. Seluruh tubuhnya akhirnya were batu. Walaupun begitu, people masih bisa ~ melihatnya menitikkan waiting mata. Karenanya rock itu diberi nama “Batu Menangis”.

Cerita Dongeng rock Menangis

Alkisah,Pada zaman sebelum kala, di ~ suatu bukit kecil apa jauh dari perjanjian penduduk, di daerah Kalimantan west hiduplah seorang janda yang sangat miskin bersama dengan anaknya gadisnya.

Lihat lainnya: Penyebab Lepasnya Timor Timur Dari Nkri, Timor Timur

*

demikialah item dari agenbolaonline.org mengenai tale Dongeng batu Menangis : Naskah Drama, Dongeng Rayat, lukis Asli, semoga item ini bermanfaat bagi dari mereka semuanya.