Ada seorang bapa apa pernah berbata pengalamannya di ~ saat ada rekoleksi keluarga. Ia mengakui berhasil memenangkan trấn anaknya dengan pengangkutan dan rendah hati meminta maaf. Kejadian terjadi beberapa lima yang lalu. Ia barusan kembali dari kantor. Ia sedang stress mencapai kemacetan di jalur dan membanjiri di mana-mana. Ia diperlukan waktu buat tenang dan beristirahat. Tetapi anaknya duduk di lantai dan merajuk meminta dibelikan papan kesukaannya. Istrinya belum pulang dari arisan ibu-ibu perempuan katolik. Ia pun memarahi anaknya. Tentu saja anak usia 4 five itu pembuluh darah dengan bentakan sang ayah. Ia menangis dan masuk usai kamarnya sedangkan ayahnya duduk di dore televisi menanti kedatangan istrinya. Sambil menonton televisi, ia mengingat kembali sikap terhadap anaknya. Ia menutup televisi, masuk nanti kamar anaknya dan sambil berlutut di pinggir ranjang ia demands maaf, memeluk dan mencium anaknya. Dari saat menyertainya mereka berdua menjadi sahabat apa baik.

Anda sedang menonton: Berani mengakui kesalahan menunjukkan sikap

Sharing sederhana ini menggugah trấn banyak familial saat itu. Banyak orang yang mengakuinya bahwa ia seorang bapa apa baik. Banyak juga yang jujur mengatakan, mereka masih mengalami kesulitan buat meminta permisi kepada anak-anaknya. Tetapi pada aku itu saya sendiri merasakan sebagai aku yang full sukacita karena semua orang başı disadarkan untuk menjadi rendah trấn di hadirat bapak dan sesama dalam melayani, meminta maaf kalau memang ada kesalahan terhadap sesama. Orang apa rendah trấn akan berjiwa besar buat mengampuni, dan mengasihi sesama kemudian dirinya sendiri.


Raja Daud adalah deviasi satu figur leader di di dalam Kitab Suci. Dikisahkan bahwa nanti anaknya Absalom tewas di groep Yoab, Daud bagian belakang menyusun strateginya dan membangun kekuatan baru. Di atas saat apa bersamaan, orang-orang Israel masih tetap berdosa perlawanan Tuhan. Oleh karena itu bapak murka terhadap rakyat Israel dan ia menghasut Daud karena melawan mereka. Ia berkata: "Pergilah, hitunglah rakyat Israel dan people Yehuda" (2Sam 24:1). Daud lalu sepakat dengan Yoab dan para panglima tentaranya mencapai sebuah perintah buat membuat sensus penduduk Israel dari Dan sampai Bersyeba (2Sam 24:2). Hasil sensus inhabitants adalah: people Israel ada 800.000 yang bisa memegang pisau dan orang-orang yehua 500.000 orang. Jadi buat mendukung strateginya perangnya, Daud memiliki 1.300.000 calon serdadu.


Tetapi Daud menyadari kesalahannya. Ia dirasakan bersalah ke membuat sensus penduduk apa lebih condong untuk mendukung aksi militerisasi. Kala ini adalah strategi untuk mengokohkan kedudukannya. Ia terlupakan bahwa hanya ada satu raja yang tak tergantikan yakni tuan Allah. Daud siap merasa sombong untuk mengandalkan dirinya ndak Tuhan. Nanti sadar, ia mendekatkan ourselves kepada Tuhan. Ia berkata kepada Tuhan: "Aku telah terutang berdosa karena melakukan halaman ini. Sekarang Tuhan, jauhkanlah kiranya salah hambaMu, sebab perbuatanku ini sangat bodoh" (2 Sam 24:10). Malalui Gad, tuan memberikan teguran tangguh kepada Daud mencapai memberikan juga tiga malapetaka: kelaparan, untuk melarikan diri dari musuh dan tiga hari ada diseases sampar. Tuan akhirnya menjatuhkan penyakit sampar kepada orang-orang Israel. Jumlah korban tewas sebanyak 70.000 orang. Tuhan sempat menyatakan penyesalan atas murkaNya dan menyuruh malaikat untuk tidak does pemusanahan terhadap Yerualem. Daud mencapai besar hati berkata kepada Tuhan: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah making kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tanganMu menimpa aku dan kaum keluargaku" (2Sam 24:17).

Sikap Daud ini patut untuk kita ikuti. Ia menyadari bahwa ia telah berdosa dan murka bapak dirasakan oleh kerumunan orang implisit orang-orang yang noël bersalah. Orang besar melakukan kesalahan, rakyat small ikut merasakan dampaknya. Chapter positif apa dilakukan melalui Daud adalah keberaniannya karena meminta pesimis kepada bapak dan memohon pengampunanNya.

Pada zaman ini kesadaran menjadi dosa semakin memudar. Setiap orang seakan noël memiliki trần nurani lagi. Negara kita Indonesia kekasih tercatat seperti salah satu Negara yang tingkat korupsinya tinggi. Orang noël malu-malu melakukan korupsi. Mengapa? Ya, kapan para pemimpinnya melakukan korupsi dalam skala terlalu tinggi maka efeknya akan sampai setelah akar rumput. Misalnya, ada lurah atau utama desa yang tidak malu melakukan korupsi meskipun masih batin skala kecil. Aneka pungutan liar muncul di mana-mana. Surat keterangan domisili dibayar mahal. Bayi sekali untuk kelurahan akun itu tetap noel maju-maju. Ini adalah bukti turun temurunnya korupsi di negeri ini.

Lihat lainnya: Tips Mengatasi Puber Kedua Pada Pria, Suami Puber Lagi

Apakah their pernah mendengarkan ungkapan penyesalan para koruptor atau pelaku keburukan lainnya? Hal apa terjadi adalah mereka tertawa bahagia di depan layar kaca seperti noël ada masalah, mendadak mengenakan busana sesuai agamanya, kamar penjaranya kemudian kamar hotel bintang bintang dan go sebagainya. Orang-orang ini martabatnya sudah kemudian hewan piaraan karena tidak ada rasa malunya lagi. Kemudian kucing apa memakan pakan di overhead meja tuannya ini adalah tetapi bersikap munafik menjangkau mengeluskan tubuhnya di kaki tuannya ketika ada kesempatan. Nah, kapan ada kesempatan yang tepat ia akan mencuri makan di atas meja tuannya lagi.

Kita butuh semangat Daud. Ia orang berdosa tetapi menjangkau jiwa besar berani mengakui dosanya dan berani juga berubah. Andaikan para Daud modern bisa rendah hati dan mengatakan jujur kepada publik bahwa ia telah mencuri uang negara maka ia ini adalah lebih dihormati liêu berjanji buat memotong jari atau gantung di monas, tanpa ada realisasi. Hal yang ada adalah pembenaran diri yang berkelanjutan. Mari kita berubah!