Beberapa namu anggota tubuh batin bahasa Jawa memang sudah cukup familier. Chapter ini gak lepas dari adanya penamaan yang serupa mencapai bahasa Indonesia, seperti tangan dan kuping. Namun, sayangnya gak segenap orang, termasuk orang Jawa, apa paham semua penamaan anggota tubuh batin bahasa Jawa krama inggil.

Anda sedang menonton: Anggota tubuh dalam bahasa jawa

Terlebih buat anggota riak bagian bawah, ada yang lebih familer dengan bahasa Jawa ngoko dan krama alusnya membandingkan krama inggil. Biar pengetahuan kawruh basa enim makin luas, yuk simak nama-nama anggota riak bagian bawah dalam bahasa Jawa krama inggil berikut ini.

1. Ampeyan

*

Ampeyan adalah bahasa Jawa krama inggil buat kaki. Sounds asing, ya? logis saja. Chapter ini dikarenakan people lebih terbiasa keuntungan suku buat menyebut feet dalam bahasa Jawa, yang sebenarnya baru tergolong dalam krama madya. Sedangkan sikil, kata apa dianggap lebih ‘merakyat’, adalah nama lain untuk kaki dalam bahasa Jawa ngoko.

2. Wentis

*

Kembali menambah daftar kata bahasa Jawa krama inggil yang asing untuk jarang diketahui, wentis digunakan buat menyebut paha. Buat yang belum pernah dengar, wajib tahu, nih. Jangan sampai saat berbicara dengan orang apa lebih tua, malah keuntungan kata pupu, ya. Meski sama-sama bahasa Jawa, tapi senin kata tadi beda tingkatan dalam kawruh basa-nya.

3. Wengkelan

*

Betis, apa merupakan kaki bagian bawah, also punya nama belakang dalam bahasa Jawa krama inggil yang cukup langka diketahui, yaitu wengkelan. Pernah dengar? Kalau kempol patuh pakai, dong? Memang batin praktiknya, kempol lebih familer dan banyak digunakan dibanding wengkelan.

4. Samparan

*

Hayo, siapa yang tahu samparan? Kalau dlamakan, lebih familer, gak? karena yang belum tahu, senin kata ini merupakan istilah dalam bahasa Jawa untuk menyebut inferioritas kaki. Bedanya, samparan untuk krama inggil dan dlamakan karena ngoko/krama madya.

Lihat lainnya: Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Ciri Robeknya Selaput Dara

5. Jengku

*

Jengku adalah kata di dalam bahasa Jawa krama inggil karena menyebut lutut. Biasanya, kebanyakan orang, termasuk orang Jawa sendiri, merasa lebih familer dengan kata dhengkul. Kamu termasuk apa sudah paham dengan sebutan jengku gak, nih?

6. Bocong

Bukan pocong ya, Lur. Ini bocong, yang merupakan krama inggil karena pantat. Baru dengar? Memang gak kerumunan orang yang paham dan manfaat kata ini dalam keseharian. Alih-alih bocong, kebanyakan people lebih familier menjangkau bokong.

Itulah tadi keenam nama anggota sikap bagian bawah dalam bahasa Jawa krama inggil. Mengenal dan dipahami bahasa Jawa krama inggil sanggup dibilang gak menyudahi meski sekadar nama anggota tubuh. Namun, kalau bukan kita, siapa lagi?